Forum Sembang-Sembang Tanah Deli Hadirkan Sultan Deli dan Konsulat Malaysia, Perkuat Identitas Budaya Melayu di Medan

Penulis: Saiful  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 14:02:31 WIB
Sultan Deli Tuanku Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam hadir dalam Forum Sembang-Sembang Tanah Deli di Medan.

MEDAN — Suasana Kedai Kopi Deli di Jalan Dolok Sanggul berubah menjadi panggung diskusi kebudayaan yang cair namun serius. Sekitar 80 peserta dari unsur pemerintah, lembaga adat, akademisi, dan komunitas budaya duduk bersama dalam Forum Sembang-Sembang Tanah Deli. Acara yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan ini menjadi jembatan komunikasi antara tiga pilar utama, yang disebut Tiga Tungku Sejarangan: pemerintah, masyarakat adat, dan masyarakat umum.

Sultan Deli dan Konsulat Malaysia Duduk Satu Meja

Kehadiran Sultan Deli Tuanku Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam menjadi magnet tersendiri. Ia hadir berdampingan dengan Kepala Bidang Kebudayaan Kota Medan Ok Zulfani Anhar, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, serta Ketua Komisi III DPRD Kota Medan Afif Abdilah dan Sukronedi.

Tak hanya tokoh lokal, forum ini juga mendapat sorotan internasional. Konsulat Malaysia Tuan Ridzuan Abdul Djalil turut hadir, menandakan hubungan budaya Melayu yang melampaui batas administrasi negara. Sultan Langkat Tengku Ariefanda Aziz serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II juga duduk dalam sesi diskusi.

Pemkot Medan: Budaya Bukan Sekadar Seremonial

Dalam sambutan yang dibacakan Ok Zulfani Anhar, Wali Kota Medan Rico Putra Bayu Waas menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah terhadap kemajuan kebudayaan. "Ini bukan sekadar acara seremonial. Kami ingin budaya Melayu Deli hidup dalam kebijakan dan keseharian warga," ujar Ok Zulfani mengutip sambutan wali kota.

Forum ini sengaja dirancang sebagai ruang dialog terbuka, bukan monolog dari atas panggung. Peserta bebas bertanya, memberi masukan, bahkan mengkritik kebijakan kebudayaan yang berjalan.

Dua Narasumber Soroti Krisis Identitas Generasi Muda

Dua narasumber utama, Prof. Ichwan Azhari dan Datin Dra. Iyes Hakim, mengangkat isu yang sama: penguatan identitas Melayu Deli di tengah arus globalisasi. Keduanya sepakat bahwa generasi muda saat ini menghadapi krisis jati diri karena gempuran budaya asing yang masif.

"Nilai-nilai luhur Melayu Deli harus dihidupkan kembali lewat pendidikan formal dan informal. Bukan sekadar pakai baju adat setahun sekali," kata Prof. Ichwan dalam sesi diskusi interaktif.

Datin Dra. Iyes Hakim menambahkan bahwa forum semacam ini penting untuk membangun kesadaran kolektif. "Jangan sampai anak-anak Medan lebih hafal budaya Korea daripada budayanya sendiri," ujarnya.

Akan Digelar Rutin, Jadi Jembatan Komunikasi Berkelanjutan

Forum Sembang-Sembang Tanah Deli direncanakan menjadi agenda rutin. Moderator menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dan berdialog. "Ini bukti, menjaga dan melestarikan budaya adalah kerja bersama kita semua," katanya.

Ke depan, forum ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi berkelanjutan antara Pemko Medan, Kesultanan Deli, dan masyarakat. Bukan hanya untuk diskusi, tapi juga untuk melahirkan program konkret yang membumi di kampung-kampung Kota Medan.

Reporter: Saiful
Sumber: tobasatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top