MEDAN — Pandemi Covid-19 yang melumpuhkan sektor event organizer justru menjadi titik balik bagi Muhammad David. Pria asal Medan ini tidak hanya bertahan, tetapi berhasil menemukan peluang baru di industri food and beverages (F&B) dengan mendirikan Sekata Kopi.
Keputusan untuk beralih haluan bukan tanpa perhitungan. Sebelum pandemi, David sempat mengelola bisnis F&B dengan modal miliaran rupiah. Namun, pengalaman sederhana di sebuah warung seafood pinggir jalan mengubah cara pandangnya tentang efisiensi bisnis.
"Saya duduk di seafood pinggir jalan melihat karyawannya 6 orang. Tapi omzetnya sama dengan kita yang modalnya miliaran rupiah ini. Dari situ saya melihat, membangun bisnis F&B itu tidak perlu uang yang gede-gede, sih. Tapi yang paling penting adalah riset dan konsep yang pas," ujar David mengenang awal mula ketertarikannya pada konsep bisnis yang efisien.
David memantapkan niat membuka coffee shop saat pandemi melanda. Targetnya spesifik: membangun bisnis kopi yang matang dengan modal di bawah Rp150 juta. Ia melakukan riset ke 15 coffee shop di Jakarta dan lima coffee shop di Medan untuk memastikan konsep yang tepat.
Pilihan jatuh pada kopi karena David melihat komoditas ini telah bergeser dari sekadar tren menjadi kebutuhan mendasar masyarakat Indonesia. Di tengah persaingan ketat—ia berseloroh hampir setiap jarak lima meter terdapat coffee shop di Medan—Sekata Kopi mampu bertahan dengan fokus pada kenyamanan emosional konsumen.
Konsep "Rumah Kedua" menjadi pembeda utama Sekata Kopi. David menekankan bahwa keramahtamahan adalah kunci, bukan sekadar menyajikan kopi. Barista dilatih untuk menyambut konsumen layaknya kawan lama.
"Bagaimana caranya kita buat yang feel like home. Mulai dari barista yang menyambut konsumen layaknya kawan. Jadi ketika jalan ke sini kayak, oke, saya balik ke rumah. Kalau saya enggak di rumah, ya saya punya rumah kedua yaitu Sekata Kopi. Kita tidak hanya menjual kopi, tapi seperti hashtag kita sebagai rumah kedua," tutur David.
Strategi ini membuat Sekata Kopi tidak lagi memandang coffee shop lain sebagai saingan, melainkan sesama penopang industri F&B. Berbagai komunitas, mulai dari pencinta olahraga hingga komunitas lokal, kini rutin menjadikan tempat ini sebagai lokasi berkumpul.
Salah satu daya tarik unik Sekata Kopi adalah menghadirkan area khusus untuk produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan. Ide ini lahir dari pengamatan langsung terhadap perilaku konsumen yang banyak beralih ke produk tersebut.
"Produk tembakau alternatif tidak seperti rokok, enggak membuat bau dan menimbulkan asap. Jadi, pas buat coffee shop-nya kita sehingga pengunjung lain tidak akan terganggu," ujar David.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kenyamanan semua pengunjung. Inovasi ini mendapat respons positif dan kini Sekata Kopi terus memperluas area tersebut seiring dengan ekspansi bisnis ke pusat perbelanjaan seperti Cambridge City Square.
Melihat perjalanannya hingga mampu mengeksplorasi berbagai peluang, David memberikan pesan bagi para calon entrepreneur yang masih ragu. Menurutnya, keberanian mengeksekusi ide adalah kunci utama, namun harus dibarengi perencanaan matang.
"Yang paling penting adalah ketika punya ide, yang paling penting adalah buat business plan. Bisnis apa pun, sekecil apa pun, business plan itu harus dibuat. Dan enggak ada yang enggak mungkin," pungkas David optimistis.