Minim Atlet Basket Putri di Rantauprapat, Felicia Siswi SMP Ini Nekat Latihan Bareng Laki-Laki Demi Mimpi ke Tingkat Nasional

Penulis: Fajar  •  Senin, 27 Juli 2026 | 14:33:31 WIB
Felicia, siswi SMP di Rantauprapat, berlatih basket bersama tim putra karena minimnya atlet putri di sekolahnya.

LABUHANBATU — Keterbatasan jumlah atlet basket putri di Rantauprapat tak menyurutkan langkah Felicia. Siswi kelas II SMP Panglima Polem ini justru memilih berlatih bersama tim yang semuanya laki-laki, menjadi satu-satunya pemain perempuan di sekolahnya.

Basket telah menjadi bagian dari keseharian Felicia sejak duduk di bangku kelas V sekolah dasar. Selama hampir empat tahun terakhir, ia terus mengasah kemampuan melalui latihan rutin dan berbagai kejuaraan, termasuk Perbasi Cup.

Bagi Felicia, olahraga ini bukan sekadar kegiatan fisik. Ia melihat basket sebagai wadah untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan memperluas pergaulan.

Apa yang Membuat Felicia Bertahan di Tengah Keterbatasan?

“Saya suka basket karena seru. Dari basket saya juga belajar bekerja sama dan berbaur dengan teman-teman,” ujar Felicia kepada iNews, Minggu (26/7/2026).

Semangat Felicia menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan fasilitas atau jumlah pemain bukanlah penghalang. Ia bertekad untuk terus berlatih keras demi mewujudkan mimpinya membela Sumatera Utara hingga ke tingkat nasional.

Mimpi ke Tingkat Nasional

Felicia tak hanya berlatih di sekolah. Ia juga aktif mengikuti turnamen lokal untuk mengukur kemampuannya. Keikutsertaannya di Perbasi Cup menjadi salah satu ajang untuk mengasah mental dan teknik bertanding.

Meski jalannya tidak mudah, Felicia optimistis. Dengan latihan konsisten dan dukungan dari pelatih serta orang tua, ia yakin suatu hari bisa bersaing di level yang lebih tinggi. “Saya ingin membuktikan bahwa atlet putri dari Rantauprapat juga bisa berprestasi,” pungkasnya.

Reporter: Fajar
Sumber: medan.inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top