SUMATERA UTARA — Gol balasan di babak kedua menjadi penentu. Tertinggal 0-2 di babak pertama, Macan Kemayoran tampil agresif setelah jeda dan sukses menyamakan kedudukan. Hasil ini menjaga asa Persija untuk lolos ke semifinal dari Grup B.
"Setelah babak pertama kami memperbaiki positioning pemain dan itu menjadi salah satu faktor yang membawa kami bisa menyamakan kedudukan," kata Shin dalam konferensi pers usai laga.
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai semangat juang pemainnya tidak pernah padam meski tertinggal dua gol. Perubahan penempatan posisi membuat transisi bertahan-menyerang lebih efektif, sehingga Persija mampu mengontrol pertandingan di 45 menit kedua.
Shin juga menyoroti perkembangan positif para pemain asing Persija. Meski waktu adaptasi minim, mereka mulai menunjukkan sinergi di lapangan. "Proses adaptasi lebih banyak dilakukan melalui pertandingan daripada sesi latihan," jelasnya.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Persija hanya punya sedikit waktu untuk membangun kekompakan taktikal sebelum turnamen bergulir. Namun, hasil melawan Port FC membuktikan progres yang menjanjikan.
Shin mengakui absennya enam pilar yang dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF turut memengaruhi kekuatan tim. Namun, ia menegaskan masalah utama tetap pada minimnya persiapan secara keseluruhan.
"Kami semua sudah bekerja keras. Walaupun belum banyak latihan taktik, kami bisa memaksimalkan apa yang kami miliki," ujar Arlyansyah, pemain Persija, menambahkan rasa syukurnya atas satu poin yang diraih.
Hasil imbang ini membuat Persija wajib menang saat menghadapi PSMS Medan di laga pamungkas fase grup. Shin menegaskan target tersebut mutlak harus tercapai jika ingin menjaga peluang lolos ke semifinal.
Dengan satu poin di tangan, laga kontra PSMS akan menjadi penentu nasib Macan Kemayoran di Piala Presiden 2026. Tekanan kini berada di pundak skuad asuhan Shin Tae-yong untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya.