KONI Sumut Siapkan 131 Atlet dari 18 Cabor Perorangan Jelang Porprovsu 2026, Target Pertahankan Prestasi PON

Penulis: Saiful  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 22:17:31 WIB
Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar memaparkan persiapan 131 atlet dari 18 cabor perorangan menuju Porprovsu 2026 di Medan, Jumat (31/7/2026).

MEDAN — KONI Sumatera Utara tidak hanya menyiapkan atlet untuk bersaing di ajang internal. Program pembinaan yang berjalan sejak Juni 2026 itu dirancang untuk menjaga atlet potensial tetap membela daerahnya hingga kancah nasional, mengingat Sumut menempati peringkat keempat pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu.

Ketua Umum KONI Sumut Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar menegaskan, pembinaan dini menjadi kunci agar capaian di PON lalu tidak merosot. Dari 35 atlet Sumut yang tampil di SEA Games, 30 di antaranya berhasil membawa pulang medali, sebuah modal berharga yang ingin dipertahankan.

Porprovsu 2026: Ajang Seleksi Menuju PON XXII

Porprovsu yang dijadwalkan berlangsung November 2026 akan mempertandingkan 28 cabor. Namun, tidak semua cabor otomatis lolos. Sesuai hasil Rapat Kerja KONI Sumut pada Desember 2025, setiap cabor wajib memiliki minimal 17 pengurus cabang (pengcab) dari seluruh kabupaten/kota, atau 50 persen plus satu dari total pengcab yang ada.

“Saat ini kita sedang mempersiapkan event Pekan Olahraga Provinsi Sumut. Ini merupakan event terbesar sepanjang kepengurusan kami satu periode di KONI Sumut. Target prestasi atlet tentu tidak jauh dari prestasi yang telah kita raih pada penyelenggaraan PON XXI,” ujar Hatunggal dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Jumat (31/7/2026).

Keterbatasan Anggaran, Fokus ke Cabor Perorangan

KONI Sumut mengakui belum bisa melibatkan seluruh cabor dalam PPI lantaran anggaran yang terbatas. Tahap awal difokuskan pada 18 cabor perorangan yang atletnya meraih medali di PON XXI. Dari 131 atlet yang dibina, mereka diharapkan menjadi tulang punggung tim Sumut di ajang dua tahunan tersebut.

“Harusnya memang semua cabor dilibatkan dalam PPI ini, namun karena keterbatasan anggaran maka kita masih pada cabor perorangan belum beregu. Kita berupaya untuk membina dan menjaga agar atlet Sumut tidak pindah ke provinsi lain,” jelas Hatunggal.

Strategi ini diambil untuk mencegah migrasi atlet berbakat ke daerah lain yang menawarkan fasilitas lebih baik. Dengan pembinaan sejak dini, KONI Sumut berharap atlet merasa diperhatikan dan loyal terhadap daerah asalnya.

Jemput Bakat dari Nias, Dukungan Penuh Gubernur

Perhatian khusus diberikan KONI Sumut kepada kabupaten/kota di pesisir barat. Hingga kini, telah dilantik 16 KONI kabupaten/kota, termasuk Nias Utara dan Nias Barat. Wilayah kepulauan itu dinilai menyimpan banyak potensi atlet yang belum tergarap maksimal.

“Kenapa kita fokus juga ke kabupaten Nias, karena kita ingin menjemput atlet yang sekecil apapun potensinya agar bisa ikut dalam Porprovsu ini. Di Nias kami juga melaksanakan PPI, ada atlet namanya Kevin yang berhasil meraih perak di ajang SEA Games,” kata Hatunggal.

Di sisi lain, dukungan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dinilai menjadi angin segar bagi pembinaan olahraga daerah. Pemberian tali asih kepada atlet berprestasi di ajang SEA Games disebut sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah.

Event Bulanan dan Target Minimal di PON 2028

Untuk menyosialisasikan Porprovsu kepada masyarakat, KONI Sumut rutin menggelar event olahraga setiap bulan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pemanasan bagi atlet sebelum bertanding di event resmi.

Menghadapi PON XXII yang akan digelar di NTT-NTB dengan DKI Jakarta sebagai tuan rumah penyangga, KONI Sumut memasang target realistis. Meski beberapa cabor unggulan tidak dipertandingkan, Hatunggal optimistis prestasi tidak akan jauh melorot.

“Kita akan pertahankan prestasi minimal jika tidak bisa 100 persen dari PON XXI tapi tidak jauh dari situ, karena memang ada beberapa cabor unggulan kita yang tidak dipertandingkan dalam PON XXII nanti,” ujarnya.

Reporter: Saiful
Sumber: aktualonline.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top