USU Gelar The 5th IMT-GT UNINET Council Meeting, Bahas Arah Kolaborasi Pendidikan Tinggi 2027–2031

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 23:19:01 WIB
Para pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand menghadiri The 5th IMT-GT UNINET Council Meeting di USU, Medan.

MEDAN — Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi tuan rumah The 5th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle University Network (IMT-GT UNINET) Council Meeting. Pertemuan ini dihadiri pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Forum ini menjadi momentum penting dalam menyusun arah kolaborasi UNINET pada periode mendatang sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan kawasan IMT-GT. Pertemuan berlangsung di tengah upaya tiga negara menyelaraskan prioritas nasional dengan agenda subregional.

Evaluasi Rencana Aksi dan Persiapan Strategi 2027–2031

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., menyampaikan pertemuan dewan ini tidak hanya melakukan evaluasi terhadap implementasi UNINET Strategic Action Plan 2022–2026, tetapi juga sedang mempersiapkan arah baru kerja sama akademik regional untuk periode berikutnya.

”Forum ini dapat menghasilkan bukan hanya rekomendasi yang baik, tetapi juga gagasan-gagasan baru yang visioner, kolaborasi yang lebih kuat, inovasi yang lebih berdampak, serta komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, inovasi, keberlanjutan, dan pembangunan sumber daya manusia di kawasan kita,” jelas Prof. Himsar.

Keberagaman yang dimiliki negara-negara anggota IMT-GT disebut sebagai kekuatan yang harus dioptimalkan melalui kolaborasi antar institusi. Hal ini sejalan dengan tagline USU “The Era of Ultimate Excellence” yang berkomitmen menjadi universitas bereputasi global yang tidak hanya unggul dalam akademik, namun menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Proyek Unggulan: Eco School hingga Micro-Credential

Berbagai program unggulan yang akan memperkuat kolaborasi antaruniversitas di kawasan IMT-GT menjadi perhatian utama dalam pertemuan ini. Di antaranya program Eco School, Eco Campus, dan Green University, proyek unggulan lintas negara, inisiatif transformasi digital, serta pengembangan micro-credential secara kolaboratif.

Professor Datuk Dr. Shahrin bin Sahib, FASC., PTech., MIIEM, Vice Chancellor of Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, dan Chairman of IMT-GT University Network (UNINET), menuturkan akan mengevaluasi pelaksanaan Strategic Action Plan 2022–2026, membahas berbagai usulan proyek baru dan kegiatan di masa mendatang, serta menerima pembaruan mengenai penyusunan Strategic Action Plan 2027–2031.

”Kemajuan yang berhasil dicapai selama setahun terakhir merupakan cerminan dedikasi seluruh institusi anggota dalam mewujudkan visi bersama menjadi berbagai tindakan nyata yang memberikan manfaat,” tuturnya.

Perguruan Tinggi sebagai Jembatan Riset dan Kebijakan

Mr. Amri Bukhairi Bakhtiar, Director of the Centre for Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Subregional Cooperation (CIMT), menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai jembatan antara hasil penelitian dan perumusan kebijakan. Ia juga menyoroti fungsi kampus dalam menghubungkan mahasiswa serta peneliti dengan dunia industri.

”Platform yang mendukung penelitian terapan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, inovasi, pengembangan talenta, serta perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) sesuai dengan arah Vision Blueprint yang baru,” tegasnya.

Melalui forum ini, para pimpinan universitas di kawasan IMT-GT diharapkan mampu menerjemahkan keahlian akademik menjadi solusi yang dapat diterapkan di masyarakat, sekaligus menyelaraskan prioritas nasional dengan kerja sama di tingkat subregional.

Reporter: Sutomo
Sumber: mimbarumum.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top