MEDAN — Perlintasan kereta api liar di Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, resmi ditutup untuk umum. Langkah tegas ini diambil KAI Divre I Sumatera Utara bersama stakeholder terkait menyusul insiden kecelakaan maut yang melibatkan KA Putri Deli dan sebuah truk pada Minggu (2/8) lalu.
Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan penutupan perlintasan sebidang tersebut merupakan buah dari rapat evaluasi peningkatan keselamatan yang digelar pada Kamis (6/8). Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Dishub Provinsi Sumut, Dishub Kabupaten Serdang Bedagai, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan, Polres dan Kodim Serdang Bedagai, hingga perangkat desa setempat.
Insiden tabrakan di perlintasan liar itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang besar. Dampaknya juga dirasakan langsung oleh ribuan pengguna jasa kereta api di Sumatera Utara.
Anwar menjelaskan, akibat kecelakaan tersebut, perjalanan 3.597 masyarakat Sumatera Utara yang menggunakan kereta api mengalami keterlambatan hingga lima jam. Gangguan operasional ini tentu mengganggu mobilitas dan aktivitas ekonomi para penumpang.
"Seluruh pelanggan kereta api yang terdampak insiden tersebut telah diberikan 'service recovery' sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari minuman dan makanan ringan, hingga makanan berat bagi pelanggan pada perjalanan kereta api yang mengalami keterlambatan lima jam atau lebih," ujar Anwar di Medan, Jumat.
Keputusan menutup perlintasan sebidang tidak terjaga ini ditegaskan Anwar bukanlah kebijakan sepihak dari pihak KAI. Melainkan hasil musyawarah yang melibatkan banyak instansi, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga forum masyarakat Citaman Jernih.
"Penutupan ini merupakan kesepakatan bersama dalam evaluasi peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang. Dalam rapat yang dihadiri seluruh stakeholder, disepakati untuk dilakukan penutupan pada lokasi tersebut," kata Anwar.
Dengan ditutupnya akses liar ini, KAI Divre I Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk beralih menggunakan perlintasan sebidang resmi yang terjaga dan dilengkapi fasilitas pengamanan. Meski jarak tempuh menjadi sedikit lebih jauh, aspek keselamatan disebut sebagai prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
KAI menegaskan komitmennya bersama seluruh stakeholder untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui penataan perlintasan sebidang. Masyarakat pun diajak untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam berlalu lintas.
"KAI Divre I Sumatera Utara bersama seluruh stakeholder terus berkomitmen meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui penataan perlintasan sebidang serta mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama," pungkasnya.