Pengeluaran Warga Nias Utara Naik 5,69 Persen Jadi Rp923 Ribu per Bulan, Paling Rendah Ketiga di Sumut

Penulis: Fajar  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 23:10:01 WIB
Rata-rata pengeluaran per kapita warga Nias Utara tercatat Rp923.912 per bulan pada 2025, naik 5,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

NIAS UTARA — Daya beli masyarakat Kabupaten Nias Utara mulai menggeliat pada 2025. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran per kapita penduduk di kabupaten paling utara Pulau Nias ini tercatat Rp923.912 per bulan sepanjang tahun lalu.

Angka ini naik signifikan Rp49.709 atau 5,69 persen dibandingkan capaian 2024 yang sebesar Rp874,2 ribu per bulan. Kenaikan ini menjadi sinyal perbaikan ekonomi rumah tangga di tengah tantangan geografis kepulauan yang kerap menjadi kendala distribusi barang.

Porsi Belanja Makanan Masih Dominan, Tanda Kesejahteraan Perlu Ditingkatkan

Dari total pengeluaran tersebut, komposisinya terbagi menjadi Rp529.175 untuk kebutuhan makanan dan Rp394.737 untuk kebutuhan bukan makanan. Secara persentase, belanja makanan masih mendominasi dengan porsi 57,28 persen, sementara sisanya 42,72 persen dialokasikan untuk kebutuhan non-makanan.

Dalam teori ekonomi, fenomena ini dikenal sebagai Hukum Engel. Semakin besar porsi pengeluaran untuk makanan, semakin rendah tingkat kesejahteraan masyarakat. Artinya, mayoritas pendapatan warga Nias Utara masih terserap untuk memenuhi kebutuhan dasar perut, belum banyak yang dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, atau tabungan.

Peringkat ke-31 dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara

Dengan capaian tersebut, Kabupaten Nias Utara menempati peringkat ke-31 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara berdasarkan besaran pengeluaran per kapita. Di tingkat nasional, posisinya berada di peringkat ke-506 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Posisi ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terutama di sektor-sektor yang menyentuh langsung kantong warga seperti pertanian, perikanan, dan perdagangan lokal.

Bagaimana Perbandingannya dengan Tahun Sebelumnya?

Jika dirinci dalam dua tahun terakhir, tren pengeluaran warga Nias Utara menunjukkan arah positif. Pada 2024, rata-rata pengeluaran per kapita tercatat Rp874,2 ribu per bulan. Setahun kemudian, angkanya bertambah hampir Rp50 ribu, sebuah lompatan yang cukup berarti untuk ukuran kabupaten kepulauan.

Kenaikan ini bisa jadi berasal dari membaiknya harga komoditas unggulan daerah atau meningkatnya aktivitas ekonomi pasca-perbaikan infrastruktur penghubung antar-desa. Namun, BPS mencatat data ini masih merupakan angka agregat yang belum menggambarkan distribusi pendapatan antar-kelompok masyarakat.

Untuk konteks regional, perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Utara menjadi penting. Masih ada dua daerah yang menempati posisi di bawah Nias Utara, namun jarak dengan daerah-daerah maju seperti Medan atau Deli Serdang masih cukup jauh. Penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa menjadi kunci untuk memperbaiki peringkat ini pada tahun-tahun mendatang.

Reporter: Fajar
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top