MEDAN — Prosesi doa bersama menandai dimulainya konstruksi Kantor Imigrasi Asahan, Jumat (7/8/2026). Kehadiran gedung ini diharapkan mengakhiri ketergantungan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Tanjung Balai atau Medan untuk mengurus paspor dan izin tinggal.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Utara, Dr Parlindungan, SH MH, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Plt. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Asahan, Gelora Adil Ginting, serta Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Arauna Giovanni.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal proyek ini. Kehadiran Wakil Bupati Rianto dalam acara tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan infrastruktur pelayanan publik masuk prioritas utama.
"Kami berkomitmen mengawal pembangunan hingga selesai pada akhir tahun 2026," ujar Taufik di sela kegiatan. Target tersebut dinilai realistis mengingat dukungan lintas instansi yang sudah terbentuk sejak tahap perencanaan.
Selama ini, masyarakat Asahan yang membutuhkan layanan keimigrasian harus menuju Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai. Jarak tempuh yang cukup jauh kerap menjadi keluhan, terutama bagi calon pekerja migran dan pelajar yang membutuhkan paspor secara mendesak.
Dengan adanya kantor perwakilan di wilayah Asahan, proses pengurusan dokumen diharapkan lebih dekat dan efisien. Hal ini sejalan dengan upaya Ditjen Imigrasi untuk meratakan akses layanan hingga ke tingkat kabupaten.
Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumut mengingatkan pentingnya kolaborasi selama masa konstruksi. Pihaknya mengajak seluruh elemen—mulai dari kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga jajaran Pemkab Asahan—untuk menjaga kualitas dan kecepatan pengerjaan.
"Kita ingin pembangunan ini selesai tepat waktu dan menghadirkan pelayanan keimigrasian yang maksimal bagi masyarakat," tegas Parlindungan. Pernyataan itu menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk pelayanan publik.
Setelah groundbreaking ini, tahapan berikutnya adalah mobilisasi alat dan pekerja ke lokasi. Masyarakat Asahan kini menantikan hadirnya layanan imigrasi yang lebih dekat tanpa harus mengorbankan waktu dan biaya transportasi yang besar.