PADANGSIDIMPUAN — Langkah suksesi kepemimpinan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabagsel mulai berjalan. Organisasi ini membentuk panitia konferensi sebagai persiapan menuju pergantian pengurus periode berikutnya, menyusul berakhirnya masa bakti kepengurusan 2023-2026.
Rapat pembentukan panitia yang dipimpin langsung Ketua PWI Tabagsel H. Kodir Pohan, S.Sos itu menjadi titik awal rangkaian panjang menuju konferensi. Selain menyusun struktur kepanitiaan, rapat juga membahas mekanisme pelaksanaan hingga kesiapan pendanaan.
Armansyah Nasution, S.H. yang terpilih sebagai ketua panitia mendapat mandat untuk segera menyusun struktur kepanitiaan. Ia juga diminta berkoordinasi dengan pengurus PWI Tabagsel agar seluruh tahapan konferensi berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi.
Pembentukan panitia dinilai sebagai langkah prioritas oleh seluruh peserta rapat. Kesepakatan ini muncul dari kebutuhan untuk mempersiapkan konferensi secara matang, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun kesiapan sumber daya manusia.
Ketua PWI Tabagsel H. Kodir Pohan menegaskan bahwa pembentukan panitia tidak boleh tertunda meskipun ada persoalan terkait ketersediaan anggaran. Ia menyebut konferensi merupakan amanat organisasi yang wajib dijalankan demi proses regenerasi kepemimpinan.
"Persoalan pendanaan selanjutnya akan dibahas dan dikoordinasikan bersama antara pengurus dan panitia," ujar Kodir Pohan dalam rapat tersebut. Ia memastikan persoalan finansial akan dicarikan solusi bersama setelah struktur kepanitiaan terbentuk.
Rapat juga menyepakati bahwa susunan kepanitiaan nantinya dapat melibatkan anggota senior maupun anggota muda. Pertimbangannya bukan sekadar senioritas, melainkan pengalaman, kemampuan, kesiapan, dan komitmen dalam menjalankan tugas.
Seluruh anggota PWI Tabagsel diharapkan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan konferensi. Dukungan kolektif ini dinilai penting agar agenda organisasi berjalan demokratis, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Konferensi PWI Tabagsel IX yang direncanakan berlangsung pada 2026 ini menjadi momentum penentuan arah organisasi ke depan. Proses yang tengah berjalan ini sekaligus menjadi ujian kedewasaan berorganisasi bagi insan pers di wilayah Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, dan sekitarnya.