MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencatat stok Minyakita mencapai sekitar 21,5 juta liter. Cadangan ini disiapkan untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia di pasar sekaligus menopang stabilitas harga di tingkat konsumen.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan, penyaluran Minyakita terbagi dalam beberapa kanal. Mulai dari program bantuan pangan, distribusi ke pasar, hingga jaringan ritel modern dan tradisional.
Budi merinci, penyaluran untuk program bantuan pangan periode sebelumnya mencapai sekitar 7,02 juta liter. Sementara itu, alokasi untuk pasar mencapai 7,5 juta liter.
"Selebihnya disalurkan ke Rumah Pangan Kita (RPK) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)," ujar Budi di Medan, Rabu.
Dengan proporsi tersebut, Bulog Sumut menilai distribusi ke pasar menjadi prioritas utama. Langkah ini ditempuh agar Minyakita mudah dijangkau masyarakat umum, bukan hanya terbatas pada program sosial tertentu.
Untuk mempercepat pemerataan distribusi, Bulog Sumut menaikkan target penyaluran Minyakita ke seluruh mitra. Pada bulan ini, targetnya mencapai tiga juta liter, naik dari sebelumnya dua juta liter.
"Kami terus meningkatkan penyaluran ke pasar termasuk warung-warung dan toko grosir agar distribusi Minyakita semakin merata dan mudah diakses masyarakat," kata Budi.
Langkah ini sekaligus menjawab keluhan warga yang kerap kesulitan menemukan Minyakita di tingkat pengecer. Dengan tambahan pasokan, diharapkan harga eceran tertinggi (HET) bisa dijaga ketat.
Budi mengimbau masyarakat untuk hanya membeli Minyakita di toko atau gerai yang memasang spanduk atau logo Bulog. Hal ini untuk memastikan produk yang dibeli sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
"Jika masyarakat menemukan Minyakita dijual di atas HET, sebaiknya tidak membelinya. Carilah toko yang menjual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah," tegasnya.
Langkah ini dinilai penting untuk memutus rantai permainan harga di lapangan. Dengan membeli di gerai resmi, konsumen ikut membantu pengawasan pasar.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Bulog Sumut juga mengawasi kualitas Minyakita yang beredar. Pengendalian mutu diterapkan secara ketat oleh para produsen.
Menurut Budi, pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan proses higienitas dan keamanan pangan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas Minyakita yang dijual di pasaran.
Pengawasan mutu ini menjadi bagian dari komitmen Bulog menjaga kepercayaan publik. Dengan begitu, ketersediaan stok yang melimpah tidak diiringi dengan penurunan kualitas produk.