MEDAN - Berburu buah tangan di Medan tidak harus menguras kantong. Dengan memilih lokasi yang tepat, wisatawan bisa mendapatkan oleh-oleh khas Sumatera Utara seperti ikan teri Medan dan sirup markisa—dua produk yang secara resmi dicatat Pemerintah Kota Medan sebagai unggulan UMKM—dengan harga bersahabat, sekaligus menghemat waktu dan tenaga selama liburan.
Medan dikenal memiliki keragaman kuliner dan produk budaya yang kuat, sehingga pilihan pusat oleh-olehnya pun luas: dari toko khusus makanan, gerai suvenir, pasar tradisional, hingga pusat belanja dengan kisaran harga bervariasi. Selain makanan, kain ulos, kopi, dan cendera mata lain bisa menjadi alternatif untuk dibawa pulang.
Keuntungan utama berbelanja di pusat oleh-oleh murah adalah efisiensi anggaran dan praktis. Berikut 15 rekomendasi yang bisa dimasukkan dalam agenda berburu oleh-oleh di Medan.
Bagi yang mencari cendera mata dengan identitas khas kota, I Love Medan menawarkan kaus, tas, gantungan kunci, hingga pakaian dengan desain ikon Medan. Suvenir nonmakanan seperti ini tidak memiliki masalah masa kedaluwarsa, dan desain landmark kota membuatnya terasa personal. Sebelum membeli dalam jumlah banyak, bandingkan ukuran, bahan, dan harga karena kualitas suvenir biasanya bervariasi.
Bika Ambon hampir selalu dikaitkan dengan Medan meski namanya memuat kata "Ambon". Kue berongga dan kenyal ini memiliki aroma khas dari fermentasi serta campuran santan, telur, dan gula. Berdasarkan informasi resmi, daya tahannya di suhu ruang sekitar tiga hingga empat hari, dan lebih lama jika disimpan dalam wadah tertutup di lemari pendingin. Varian original cocok untuk rasa klasik, sementara pandan dan keju untuk kreasi modern.
Bolu Gulung Meranti adalah nama yang kerap muncul saat membicarakan oleh-oleh populer Medan. Teksturnya lembut dengan isian keju, cokelat, mocha, atau durian. Kue ini dikenal luas sebagai buah tangan khas, bersama Bika Ambon dan makanan lainnya, dan cocok dinikmati bersama keluarga setelah perjalanan.
Kopi bisa menjadi buah tangan yang lebih awet dibanding kue basah. AWI Coffee menyediakan kopi Sidikalang dari Dairi, yang kerap direkomendasikan sebagai oleh-oleh. Untuk perjalanan jauh, kopi bubuk dengan kemasan rapat lebih praktis, sementara biji kopi cocok bagi yang punya alat penggiling sendiri.
Jika kebutuhan utama adalah aneka makanan dalam satu tempat, Toko Nusantara menawarkan kue, cokelat, teri Medan, bolu, dan camilan lain. Konsep toko serba ada ini menghemat waktu dan memungkinkan penyesuaian dengan anggaran. Teri Medan sendiri merupakan produk unggulan yang secara resmi disebut sebagai oleh-oleh khas Kota Medan.
Untuk oleh-oleh nonkuliner, Jegez Gallery menyediakan pakaian, gantungan kunci, dan kain tradisional. Kain ulos punya nilai budaya kuat dalam tradisi Batak, dengan corak dan warna khas yang menyimpan cerita, sehingga tidak hanya fungsional tetapi juga bermakna.
Medan Napoleon pernah dikenal sebagai oleh-oleh kekinian Medan, memadukan kue dengan lapisan pastry dan beragam rasa. Cocok untuk tampilan modern, namun karena termasuk produk kue, periksa tanggal produksi dan masa simpan sebelum membeli.
Sirup markisa memiliki keterkaitan kuat dengan Sumatera Utara, dengan rasa asam-manis menyegarkan. Produk ini termasuk unggulan UMKM Pemerintah Kota Medan, dan satu kemasan bisa dinikmati bersama keluarga. Pastikan kemasan tersegel baik dan terlindung selama perjalanan.
Pusat Pasar menawarkan suasana perdagangan tradisional dengan pilihan makanan, pakaian, kain, dan produk rumah tangga. Pasar ini mulai dibuka pada 1 Maret 1933 dan mengalami beberapa kali pembangunan kembali setelah kebakaran. Di sini, membandingkan harga antarkios penting untuk mendapatkan produk terbaik.
Durian House menjadi pilihan bagi pencinta durian melalui pancake, bolu, atau dodol durian. Produk yang menggunakan bahan segar sebaiknya dibeli mendekati waktu keberangkatan dan disimpan sesuai petunjuk produsen karena daya tahannya bervariasi.
Untuk kain ulos dan kerajinan budaya Batak, Galeri Ulos Sianipar adalah pilihan tepat. Ulos bukan sekadar kain bercorak tradisional, tetapi memiliki nilai lebih dibanding suvenir massal. Untuk cendera mata, pilih motif dan ukuran kecil yang praktis.
Teri Medan bisa diolah menjadi berbagai masakan, menjadikannya oleh-oleh menarik. Perhatikan warna, aroma, kemasan, dan informasi produksi saat membeli. Kemasan kedap udara membantu mengurangi aroma menyebar ke barang lain.
Lemang berbahan ketan dan santan ini memiliki rasa gurih dan bisa dinikmati dengan pendamping manis. Karena relatif basah, beli mendekati waktu konsumsi agar tetap segar.
Pasar Ikan Lama adalah alternatif untuk kain, pakaian, dan tekstil. Kawasan ini tercatat sebagai area perdagangan di Jalan Perniagaan dalam dokumen tata ruang Kota Medan. Teliti membandingkan harga dan kualitas, terutama untuk pembelian banyak barang.
Bagi yang belum sempat membeli oleh-oleh, Bandara Kualanamu menyediakan kue, bika ambon, dodol, dan makanan kemasan sebelum keberangkatan. Praktis karena tidak perlu membawa sepanjang wisata, namun periksa pilihan dan harga yang mungkin berbeda dengan di pusat kota. Kantor Bea Cukai Kualanamu juga menyediakan informasi resmi tentang aturan barang bawaan.
Belanja hemat tidak selalu berarti memilih produk termurah; kualitas, ukuran, masa simpan, dan biaya membawa barang juga penting. Pertama, buat daftar penerima dan jumlah barang agar tidak berlebihan. Kedua, prioritaskan produk yang mudah dibawa seperti kopi, sirup, teri kering, keripik, dan camilan kemasan.
Ketiga, bandingkan harga untuk produk yang sama; pasar tradisional menawarkan banyak pilihan, sementara toko khusus memberikan kemasan rapi siap hadiah. Keempat, periksa tanggal produksi dan kedaluwarsa, terutama untuk makanan basah—Bika Ambon punya masa simpan lebih pendek daripada kopi. Terakhir, sisakan ruang di tas karena oleh-oleh spontan sering memenuhi bagasi, dan perhitungkan berat bagasi sejak awal.
Medan menawarkan pilihan buah tangan luas, dari makanan khas hingga kain tradisional, sehingga aktivitas berburu oleh-oleh bisa disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan. Dengan memilih lokasi cermat, membandingkan harga, dan memperhatikan daya tahan produk, belanja menjadi lebih hemat dan praktis. Untuk pengalaman lengkap, pusat oleh-oleh murah di Medan layak masuk dalam agenda perjalanan.