MEDAN — Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen) Muhammadiyah Kota Medan, Ali Nurdin, memimpin langsung kegiatan monitoring dan evaluasi ke SMP Muhammadiyah 7 Medan atau yang dikenal dengan MUTU SCHOOL. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menyasar seluruh sekolah Muhammadiyah di Kota Medan sebagai bagian dari pembinaan dan evaluasi.
Dalam arahannya, Ali Nurdin menekankan bahwa budaya sekolah harus dibangun di atas semangat kebersamaan. Menurutnya, kontribusi positif tidak boleh terhambat oleh sekat senioritas yang kerap muncul di lingkungan pendidikan.
Ali Nurdin mengajak seluruh warga sekolah — pimpinan, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik — untuk terus merawat tiga nilai fondasi yang ia sebut 3K. Ketiga nilai itu adalah Kompak, Komunikasi, dan Kolaborasi.
"Di sekolah Muhammadiyah, dalam berbuat baik tidak ada istilah senior dan junior. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk berbuat kebaikan," ujarnya.
Ia menilai kekompakan melahirkan kekuatan bersama, komunikasi yang baik mencegah kesalahpahaman, dan kolaborasi memungkinkan seluruh potensi di sekolah disatukan untuk mencapai tujuan. Ia berharap 3K tidak berhenti menjadi slogan, melainkan terinternalisasi menjadi budaya keseharian di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Monitoring di MUTU SCHOOL mencakup berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan. Mulai dari manajemen, administrasi, proses pembelajaran, pengembangan peserta didik, hingga program-program unggulan yang dijalankan sekolah.
Ali Nurdin menyebut kegiatan ini menjadi instrumen untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan baik dan terus mengalami peningkatan. Sekolah Muhammadiyah didorong menjadi lembaga pendidikan yang unggul, adaptif, berintegritas, dan berkemajuan.
Kepala SMP Muhammadiyah 7 Medan, M. Reza Akbar, S.Pd., menyambut baik jalannya monitoring tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk mengevaluasi diri dan mendapat penguatan dari majelis.
"Monitoring ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi sekaligus mendapatkan arahan dan penguatan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di MUTU SCHOOL," ujar M. Reza Akbar.
Ia menegaskan pengembangan pendidikan di sekolahnya tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Pesan "tidak ada senior dan junior dalam berbuat kebaikan" menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki ruang yang sama untuk memberi manfaat.
Dengan semangat Kompak, Komunikasi, dan Kolaborasi, sekolah Muhammadiyah di Kota Medan diharapkan semakin solid menghadapi tantangan pendidikan sekaligus melahirkan generasi yang unggul, cerdas, dan berakhlak mulia.