Pencarian

Ford Digugat Terkait Masalah Konsumsi Oli Berlebih pada Mesin Coyote 5.0

Rabu, 06 Mei 2026 • 09:38:47 WIB
Ford Digugat Terkait Masalah Konsumsi Oli Berlebih pada Mesin Coyote 5.0
Ford menghadapi gugatan class action terkait konsumsi oli berlebih pada mesin Coyote 5.0L Gen 3.

Raksasa otomotif Ford menghadapi serangkaian gugatan class action akibat cacat produksi pada mesin Coyote 5.0L V8 Generasi ke-3 yang mengonsumsi oli secara tidak wajar. Masalah teknis ini diduga kuat bersumber dari kegagalan desain pada komponen katup asupan (intake valve) di model kendaraan tertentu.

Keluhan pemilik kendaraan Ford bermesin V8 kini memasuki babak baru di meja hijau. Gugatan hukum massal yang muncul di Amerika Serikat menuding Ford sengaja memasarkan mesin dengan cacat bawaan yang merugikan konsumen secara finansial. Fokus utama investigasi ini tertuju pada mesin Coyote 5.0L Gen 3 yang dikenal sebagai jantung mekanis di lini kendaraan populer mereka.

Kegagalan Teknis pada Desain Katup Asupan

Para ahli teknis mengidentifikasi bahwa masalah konsumsi oli yang boros ini bukan disebabkan oleh kebocoran eksternal, melainkan mekanisme internal. Komponen katup asupan (intake valve) pada generasi ketiga mesin Coyote tidak mampu menutup dengan sempurna atau mengalami keausan prematur. Hal ini menyebabkan pelumas masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar dalam proses kompresi.

Dampaknya, volume oli mesin berkurang drastis dalam waktu singkat sebelum jadwal servis rutin tiba. Pemilik kendaraan melaporkan harus menambah literan oli setiap beberapa ribu kilometer untuk menghindari kerusakan mesin total. Kondisi ini dianggap tidak wajar bagi mesin modern yang seharusnya memiliki efisiensi pelumasan lebih baik.

Daftar Kendaraan dan Model yang Terdampak

Masalah ini secara spesifik menyerang lini kendaraan yang diproduksi dalam rentang waktu tertentu. Berdasarkan berkas gugatan, unit yang paling terdampak meliputi:

  • Ford F-150 model tahun 2018 hingga 2020
  • Ford Mustang GT dengan mesin 5.0L produksi 2018-2020
  • Sejumlah unit varian performa yang menggunakan basis blok mesin Gen 3

Ford sebenarnya telah merilis beberapa pembaruan perangkat lunak (PCM update) untuk mengatur tekanan vakum pada mesin. Namun, langkah tersebut dinilai para penggugat hanya sebagai solusi sementara yang tidak menyentuh akar permasalahan mekanis. Konsumen merasa terjebak dengan biaya perawatan tinggi dan penurunan nilai jual kembali (resale value) kendaraan mereka.

Implikasi Hukum dan Respons Industri

Gugatan class action ini menuntut Ford untuk bertanggung jawab atas biaya perbaikan dan kompensasi kerugian bagi pemilik kendaraan. Pengadilan kini sedang meninjau apakah Ford mengetahui cacat desain ini sebelum produk dilepas ke pasar. Jika terbukti, Ford terancam harus melakukan penarikan kembali (recall) besar-besaran atau memberikan perpanjangan garansi khusus untuk sektor mesin.

Bagi industri otomotif global, kasus ini menjadi pengingat keras bahwa performa tinggi tidak boleh mengorbankan reliabilitas jangka panjang. Mesin Coyote 5.0L selama ini dianggap sebagai salah satu mesin V8 terbaik di dunia. Skandal konsumsi oli ini tentu mencoreng reputasi Ford di mata loyalis mereka, terutama pengguna truk pikap dan mobil sport.

Hingga saat ini, Ford masih berupaya melakukan pembelaan hukum sembari memantau data teknis dari bengkel resmi mereka. Belum ada pernyataan resmi terkait skema ganti rugi bagi pengguna di luar wilayah hukum Amerika Serikat. Pengguna di Indonesia yang memiliki unit impor (CBU) Mustang GT tahun 2018 ke atas disarankan untuk melakukan pengecekan level oli secara mandiri setiap dua pekan sekali.

Bagikan
Sumber: slashgear.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks