TANJUNGBALAI — Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai melakukan penyegaran struktur organisasi dengan melantik puluhan pejabat baru di lingkungan balai kota. Langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan pembangunan kota yang kian dinamis melalui penguatan peran Aparatur Sipil Negara (ASN).
Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan tersebut. Ia menyatakan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya menerjemahkan visi-misi pemerintah menjadi aksi nyata di lapangan.
Daftar Pejabat yang Mengisi Posisi Sekretaris Dinas
Dalam pelantikan ini, terdapat enam ASN yang dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris Dinas dan Badan. Nama-nama tersebut di antaranya Nurlindawaty Saragih yang menjabat sebagai Sekretaris pada Dinas Kesehatan, serta Dwi Rahmi Zaki sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Posisi lainnya diisi oleh Ricky Sebastian Rizqi Siregar sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan dan Nurlianty sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup. Sementara itu, Fajar Mas Muliawan kini menjabat Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Hendy Bhuana Putra sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Selain jabatan sekretaris, Pemkot Tanjungbalai juga melantik 48 ASN lainnya. Mereka menempati posisi sebagai Kepala Bidang dan Kepala Seksi pada berbagai dinas, badan, hingga jabatan struktural di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Mengapa Jabatan Disebut Amanah dan Bukan Hadiah?
Dalam arahannya, Muhammad Fadly Abdina memberikan penekanan keras mengenai etika jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai. Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak menganggap posisi baru mereka sebagai pemberian cuma-cuma dari pimpinan.
"Penting diingat dan menjadi perhatian, jabatan adalah amanah, bukan hadiah. Saudara-saudara dipilih karena kompetensi, loyalitas, dan dedikasi. Jadi harus menjadi motor perubahan bukan sekadar pelaksana rutinitas, tetapi penggerak inovasi, disiplin, dan transparansi," tegas Fadly.
Ia menambahkan bahwa roda pemerintahan di Tanjungbalai harus bergerak berdasarkan aturan yang jelas, bukan sekadar asumsi. Para pejabat administrator dan pengawas memiliki peran krusial dalam memastikan setiap kebijakan pimpinan berjalan efektif hingga ke tingkat teknis.
Komitmen Anti-Gratifikasi dan Pelayanan Prima
Fadly juga menuntut para pejabat baru untuk menjaga marwah birokrasi dengan menjunjung tinggi integritas. Ia menekankan pentingnya sikap anti-korupsi dan penolakan terhadap segala bentuk gratifikasi dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
"Pelantikan pejabat administrator dan pengawas bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik," katanya.
Sebagai penutup, ia meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk mampu menjadi teladan bagi bawahan masing-masing. Fokus utama ASN saat ini adalah memberikan pelayanan prima kepada warga Tanjungbalai tanpa mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan oleh pimpinan maupun masyarakat luas.