PEMATANGSIANTAR — Polres Pematangsiantar melalui Polsek Siantar Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di halaman Mako Polsek, Jalan Marimbun, Kelurahan Martimbang. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menyasar warga binaan di wilayah hukum setempat untuk mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.
Kapolsek Siantar Selatan Iptu Suhaira Marbun memimpin langsung jalannya penyaluran komoditas pokok tersebut. Dalam pelaksanaannya, petugas menyediakan total 100 karung beras SPHP kemasan 5 kilogram. Dari jumlah tersebut, warga menebus sebanyak 74 karung, sementara sisanya sebanyak 26 karung tetap disiagakan untuk kebutuhan distribusi berikutnya.
Sinergi Polsek dan Bulog Jaga Stabilitas Harga
Program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Polres Pematangsiantar dengan Perum Bulog Kantor Cabang Pematangsiantar. Fokus utama kegiatan adalah memastikan pasokan beras tetap tersedia di tengah masyarakat dengan harga yang terkendali sesuai ketentuan pemerintah.
Setiap sak beras SPHP ukuran 5 kilogram dijual kepada warga dengan harga Rp 58.000. Harga ini dinilai jauh lebih kompetitif dibandingkan harga pasar, sehingga membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
"Kegiatan GPM ini merupakan sinergitas Polres Pematangsiantar dengan Bulog Cabang Pematangsiantar guna stabilisasi pasokan dan harga pangan beras," ujar Iptu Suhaira Marbun dalam laporan resminya.
Komunikasi Aktif Lewat Gerakan Pangan Murah
Selain aspek ekonomi, momentum ini dimanfaatkan personel kepolisian untuk memperkuat hubungan dengan elemen masyarakat. Jajaran Polsek Siantar Selatan mengedepankan pendekatan humanis melalui senyum, sapa, dan salam saat melayani warga yang datang mengantre beras.
Sebelum kegiatan berlangsung, para Bhabinkamtibmas telah lebih dulu menyebarkan informasi mengenai jadwal pasar murah ini ke seluruh kelurahan di Kecamatan Siantar Selatan. Langkah proaktif ini terbukti efektif menarik minat warga untuk datang ke lokasi sejak pagi hari.
Kapolsek menambahkan bahwa selain membantu urusan dapur warga, interaksi langsung di lapangan menjadi sarana penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang damai dan harmonis. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.