MEDAN — Peringatan dini gelombang tinggi dikeluarkan BMKG untuk wilayah perairan Sumatera Utara pada 25 hingga 27 Juli 2026. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, menyebutkan pola angin di utara Sumatera bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6–25 knot. Nelayan dan operator kapal diimbau tidak memaksakan diri berlayar, terutama saat kecepatan angin mendekati batas maksimal.
Batas Aman Pelayaran: Kapal Tongkang dan Feri Juga Berisiko
BMKG merinci pedoman batas aman bagi setiap jenis kapal berdasarkan kecepatan angin. Perahu nelayan dan kapal kecil berisiko tinggi jika angin di atas 15 knot. Kapal tongkang sebaiknya tidak beroperasi saat angin melebihi 16 knot, sementara kapal ferry perlu waspada di atas 21 knot. Kapal kargo berukuran besar masih aman hingga kecepatan angin di atas 21 knot, namun tetap diminta siaga.
Peringatan ini berlaku hingga tiga hari ke depan. Dasmian mengingatkan para nakhoda untuk selalu memeriksa prakiraan cuaca maritim terkini sebelum melaut. “Jangan abaikan peringatan dini karena perubahan cuaca bisa terjadi tiba-tiba,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Hujan Ringan-Sedang di Empat Kabupaten, Waspada Petir
Selain ancaman di laut, BMKG juga memprediksi cuaca dinamis di darat. Prakirawan Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Budi Prasetyo, menjelaskan potensi hujan ringan hingga sedang sudah mulai muncul sejak pagi hari. Wilayah yang terdampak meliputi Langkat, Labuhanbatu Utara, Nias Selatan, dan Tapanuli Tengah. Hujan diperkirakan disertai petir dan angin kencang di beberapa titik, terutama pada siang hingga sore.
Budi menambahkan, kondisi cuaca ini dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer yang masih aktif di kawasan barat Indonesia. Masyarakat di daerah rawan banjir atau longsor, khususnya di kawasan perbukitan Tapanuli Tengah dan Nias, diminta meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan: Pantau Informasi Resmi BMKG
BMKG mengimbau masyarakat Sumut, terutama yang tinggal di pesisir dan daerah perbukitan, untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi. Perubahan cuaca signifikan dapat terjadi dalam waktu singkat, baik di darat maupun laut. “Kami akan terus memperbarui informasi jika ada potensi peningkatan intensitas hujan atau gelombang,” kata Budi.
Untuk nelayan, alternatif menunda pelayaran hingga kondisi lebih aman menjadi langkah paling bijak. Sementara itu, warga di perkotaan seperti Medan dan sekitarnya disarankan membawa payung atau jas hujan karena hujan ringan masih berpotensi terjadi secara sporadis.