SUMATERA UTARA — California akhirnya menemukan titik tengah untuk meredam kekhawatiran industri hiburan Hollywood. RUU AB 186 yang diumumkan Jumat malam pekan ini dirancang untuk menjaga program insentif produksi senilai USD 750 juta tetap menarik bagi studio, tanpa sepenuhnya mengabulkan permintaan pembebasan total.
Isi Kesepakatan: Percepatan Pembayaran dan Insentif Baru
Alih-alih memberikan pengecualian penuh, kesepakatan ini mengubah mekanisme pengembalian dana bagi studio yang memilih mencairkan kredit pajaknya menjadi uang tunai. Sebelumnya, studio harus menerima potongan 10 persen dengan periode pembayaran kembali selama lima tahun. Kini, potongan tersebut turun menjadi 5 persen dan periode pembayarannya dipangkas drastis menjadi hanya dua tahun.
Langkah ini dinilai jauh lebih efisien bagi arus kas produksi. Selain itu, kredit pajak untuk film independen—yang mencakup 10 persen dari total program—sepenuhnya dibebaskan dari batas atas yang berlaku.
“Ini benar-benar memperbaiki situasi,” ujar Kathleen Thompson, wakil presiden insentif pajak di Cast & Crew, perusahaan jasa produksi. “Mereka memberikan kelonggaran bagi studio dan juga sineas independen.”
Mengapa Kebijakan Ini Penting bagi Produksi di California?
Kekhawatiran utama muncul dari kebijakan anggaran negara bagian yang membatasi klaim kredit pajak korporasi maksimal USD 5 juta per tahun selama tiga tahun ke depan. Aturan ini tadinya bertujuan menstabilkan pendapatan negara, tetapi dinilai menghambat pemulihan Hollywood dengan membatasi kemampuan studio memakai insentif untuk produksi lokal.
Motion Picture Association (MPA) dan koalisi serikat pekerja hiburan telah menyetujui kompromi ini. Meski demikian, kesepakatan tersebut masih di bawah permintaan awal mereka yang menginginkan pembebasan penuh untuk kredit pajak film dari batas USD 5 juta tersebut.
Keringanan Tambahan: Perpanjangan Masa Berlaku Kredit Lama
Kesepakatan ini juga memperpanjang masa berlaku kredit pajak non-refundable yang diterbitkan sebelum 2025 hingga lima tahun tambahan. Kebijakan ini menjadi penyelamat bagi studio yang masih memegang kredit lama senilai jutaan dolar dan berisiko hangus setelah masa berlaku sembilan tahun.
Versi final RUU ini nyaris identik dengan draf yang beredar di Sacramento pekan lalu. Satu perbedaan signifikan adalah dihapusnya ketentuan yang memudahkan klaim kredit terhadap pajak penjualan, yang sebelumnya menjadi salah satu permintaan utama studio.
Apa Langkah Selanjutnya?
Kompromi ini merupakan hasil negosiasi rumit antara serikat pekerja, studio, pimpinan legislatif, dan kantor Gubernur Gavin Newsom. Para pemimpin negara bagian sempat menolak memberikan keringanan khusus untuk industri film karena khawatir memicu tuntutan serupa dari sektor teknologi.
RUU AB 186 dijadwalkan untuk mendapatkan persetujuan akhir dari kedua kamar legislatif paling lambat Senin tengah malam dan diperkirakan akan lolos. Jika disahkan, industri film California bisa bernapas lega dengan kepastian insentif yang lebih ramah bagi kelangsungan produksi di masa mendatang.