Bek Sunderland Dan Ballard mendapat kartu merah akibat menarik rambut Tolu Arokodare dalam laga imbang 1-1 kontra Wolves, Sabtu (11/2). Insiden ini menandai pengusiran ketiga akibat pelanggaran serupa di Premier League musim 2026, memicu desakan revisi aturan violent conduct.
Laga antara Sunderland melawan tuan rumah Wolves di Molineux Stadium berjalan panas sejak menit awal. Petaka bagi tim tamu datang pada menit ke-24 saat Dan Ballard berduel udara dengan penyerang Wolves, Tolu Arokodare.
Wasit Paul Tierney awalnya tidak melihat adanya pelanggaran serius dalam duel tersebut. Namun, intervensi Video Assistant Referee (VAR) mengubah segalanya. Setelah meninjau monitor di pinggir lapangan, Tierney tanpa ragu mencabut kartu merah untuk Ballard karena terbukti menarik rambut Arokodare.
Keputusan ini membuat Ballard menyusul jejak Michael Keane (Everton) dan Lisandro Martinez (Manchester United) yang lebih dulu diusir wasit musim ini karena pelanggaran serupa. Menariknya, Arokodare menjadi korban dalam dua dari tiga insiden tarik rambut tersebut.
Manajer Sunderland, Regis le Bris, mengaku sulit menerima keputusan tersebut. Ia menilai tindakan Ballard bukan merupakan perilaku kasar yang disengaja, melainkan murni insiden dalam duel perebutan bola.
"Saya rasa itu kecelakaan, bukan kesengajaan. Sulit untuk menjalankan aturan seolah-olah itu dilakukan dengan sengaja," ujar Le Bris usai pertandingan.
Le Bris menambahkan bahwa menghadapi penyerang berambut panjang memberikan tantangan tersendiri bagi pemain bertahan. "Jika aturannya kaku seperti itu, Anda akan kesulitan bertahan melawan striker berambut panjang karena apa pun bisa terjadi secara tidak sengaja," tegasnya.
Mantan wasit Premier League, Darren Cann, mengusulkan agar otoritas sepak bola meninjau ulang kategori pelanggaran tarik rambut. Saat ini, tindakan tersebut langsung diklasifikasikan sebagai violent conduct (perilaku kasar) yang berujung hukuman larangan bertanding tiga laga.
"Beberapa insiden tarik rambut sangat kasar, namun ada juga yang tidak. Menghapusnya dari kategori perilaku kasar akan memungkinkan skala hukuman yang lebih adil, misalnya larangan satu atau dua laga tergantung tingkat keparahannya," jelas Cann.
Sunderland kemungkinan besar akan mengajukan banding, meskipun peluangnya tipis berkaca pada kegagalan Everton dan Manchester United sebelumnya. Jika banding ditolak, Ballard dipastikan absen dalam tiga laga krusial The Black Cats mendatang.
Penerapan VAR yang semakin detail kini membuat gerakan sekecil apa pun tidak luput dari pengamatan, sekaligus memaksa para pemain untuk lebih berhati-hati dalam melakukan kontak fisik.