MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat pemulihan operasional dan pendampingan korban pascainsiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur pada Minggu (3/5/2026). Langkah ini diambil guna memastikan layanan transportasi massal tersebut kembali normal serta memberikan dukungan psikologis bagi para korban.
Hingga Minggu pagi, tercatat 81 pelanggan yang terdampak insiden telah dinyatakan pulih dan diizinkan pulang. Sementara itu, 19 orang lainnya masih memerlukan perawatan medis lanjutan di rumah sakit setempat. Berdasarkan data terbaru, kecelakaan tragis ini juga dilaporkan merenggut 14 korban jiwa dan sempat memicu pembatalan 19 jadwal perjalanan kereta.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, turun langsung melakukan peninjauan di sejumlah titik krusial operasional. Peninjauan dimulai dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi Timur untuk mengecek kesiapan layanan Commuter Line dan kereta api jarak jauh. Bobby memastikan setiap aspek keselamatan kini diperketat guna mencegah insiden serupa terulang kembali.
"Saat ini fokus kami adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, mendampingi pelanggan dan keluarga (korban insiden Bekasi Timur), serta menjaga keselamatan ke depan. Kami akan terus hadir dalam setiap proses yang dijalani," ujar Bobby Rasyidin dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2026).
Di lokasi kejadian, manajemen juga mendirikan Posko Informasi sebagai pusat layanan bagi keluarga korban. Bobby turut mengunjungi rumah sakit untuk menjamin penanganan medis berjalan optimal. Pihaknya mengapresiasi solidaritas masyarakat yang membantu proses evakuasi di lapangan sejak awal insiden terjadi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti setelah pasien keluar dari rumah sakit. KAI menyiapkan mekanisme penggantian biaya pengobatan bagi pelanggan yang menjalani perawatan mandiri. Tim khusus juga dikerahkan untuk memberikan layanan trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis para korban.
"Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan," kata Anne Purba.
Pendampingan ini bersifat menyeluruh, mencakup pemenuhan hak-hak pelanggan dan fasilitas medis yang dibutuhkan. Manajemen berkomitmen untuk terus membuka komunikasi dua arah dengan keluarga korban guna memastikan tidak ada kendala dalam proses pemulihan jangka panjang.
Di sisi operasional, grafik perjalanan kereta mulai menunjukkan tren positif. Ketepatan waktu perjalanan, baik untuk Commuter Line maupun kereta jarak jauh, terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Proses normalisasi jalur di Bekasi Timur kini berada pada tahap stabilisasi akhir agar kecepatan kereta bisa kembali ke batas normal.
Manajemen KAI menekankan bahwa keandalan operasional menjadi prioritas utama dalam fase pemulihan ini. Peningkatan pengawasan pada sistem persinyalan dan kondisi jalur dilakukan secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api yang menjadi tulang punggung mobilitas warga.
"Kami memahami setiap perjalanan memiliki arti bagi setiap pelanggan. Karena itu, kami akan terus hadir mendampingi, memastikan layanan berjalan aman, dan menjaga keandalan operasional ke depan," tutup Anne.
Pihak KAI akan terus melakukan evaluasi internal menyeluruh bersama pihak terkait untuk mengidentifikasi penyebab pasti kecelakaan. Langkah mitigasi risiko kini menjadi agenda utama dalam penguatan aspek keselamatan transportasi kereta api secara nasional.