Graham Arnold Kritik Ketidakadilan Format Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia Bagi Indonesia

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 19:33:01 WIB
Pelatih Irak Graham Arnold mengkritik ketidakadilan format ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 bagi Timnas Indonesia.

Pelatih timnas Irak Graham Arnold menilai format putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sangat tidak adil bagi Timnas Indonesia. Arnold menyoroti kejanggalan penunjukan tuan rumah serta jadwal pertandingan yang dianggap hanya menguntungkan pihak tertentu.

Graham Arnold, juru taktik timnas Irak, secara terbuka menyatakan rasa simpatinya terhadap nasib Timnas Indonesia pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dalam wawancara di kanal YouTube The Howie Games, Arnold menyebut regulasi yang diterapkan AFC merugikan sportivitas kompetisi.

Perubahan Status Tuan Rumah dari Netral ke Peringkat Tertinggi

Kritik tajam Arnold bermula dari penunjukan lokasi pertandingan putaran keempat yang menggunakan format terpusat. Awalnya, para peserta diinformasikan bahwa laga akan digelar di tempat netral guna menjaga keadilan bagi seluruh tim yang bertanding.

"Ketika saya datang ke undian, waktu itu saat masih melatih Australia, kami diberi tahu bahwa akan ada tempat netral [untuk putaran keempat]," ungkap Arnold.

Namun, keputusan tersebut berubah secara mendadak setelah proses undian selesai. AFC menetapkan negara dengan peringkat FIFA tertinggi di grup tersebut berhak menjadi tuan rumah. Qatar (peringkat 53) memimpin Grup A, sementara Arab Saudi (peringkat 58) menjadi tuan rumah Grup B meski Irak sebenarnya memiliki peringkat lebih baik di posisi 57.

Ketimpangan Jadwal Istirahat Antar Peserta di Grup B

Selain lokasi, Arnold menyoroti jadwal pertandingan yang sangat timpang dan mencekik fisik pemain Indonesia. Sebagai tim dengan peringkat terendah di Grup B, skuad Garuda dipaksa melakoni laga dengan durasi pemulihan yang sangat minim.

"Tentu Indonesia harus main dan siap-siap sejak Senin karena mereka bertanding pada Rabu. Lalu tiga hari kemudian mereka menghadapi kami dan kami menang," jelas pelatih asal Australia tersebut.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan Arab Saudi yang mendapatkan keuntungan durasi istirahat hampir dua kali lipat. Arnold menegaskan bahwa Arab Saudi memiliki jeda enam hingga tujuh hari, sementara tim lain seperti Irak dan Indonesia harus bertanding kembali hanya dalam hitungan dua atau tiga hari.

Dampak Format Turnamen Terhadap Kelolosan Timnas Indonesia

Ketimpangan format ini tercermin pada hasil akhir klasemen Grup B. Arab Saudi sukses mengunci tiket otomatis ke Piala Dunia 2026 setelah finis di peringkat pertama. Di sisi lain, Indonesia harus mengubur mimpi karena terpuruk di dasar klasemen akibat jadwal yang tidak ideal.

Irak sendiri harus menempuh jalur panjang melalui putaran kelima dan playoff antarkonfederasi. Skuad berjuluk Singa Mesopotamia tersebut baru bisa memastikan tempat di putaran final setelah menumbangkan Bolivia dengan skor tipis 2-1 di laga final.

Reporter: Sutomo
Back to top