Pemerintah Kota Pematangsiantar menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Konser Harmoni 30 Tahun Internasionalisasi United Evangelical Mission (UEM) yang akan digelar di Jakarta. Walikota Wesly Silalahi berharap momentum internasional ini memperkuat identitas Pematangsiantar sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.
PEMATANGSIANTAR — Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyambut rencana besar Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) yang didapuk sebagai panitia pelaksana agenda global tersebut. Pertemuan yang berlangsung di Balai Kota, Selasa (05/05/2026) sore, membahas kesiapan teknis dan misi kebudayaan yang akan dibawa ke kancah nasional.
Dalam audiensi tersebut, Wesly menegaskan bahwa posisi Pematangsiantar sebagai kota heterogen merupakan aset sosial yang berharga. Dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan berskala internasional ini menjadi bagian dari komitmen menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
Ketua Panitia Konser Harmoni 30 Tahun Internasionalisasi UEM, Pdt Dr Jenny Rossy C Purba, menjelaskan bahwa acara yang dijadwalkan pada 20 Juni 2026 mendatang akan menjadi etalase budaya. Panitia sepakat untuk menonjolkan kekayaan tradisi Simalungun sebagai identitas utama dalam konser tersebut.
Penunjukan GKPS sebagai panitia dinilai sangat spesial karena Pematangsiantar merupakan pusat dari berbagai kantor pusat gereja besar. Pdt Jenny mengundang secara resmi Walikota Wesly Silalahi untuk hadir langsung dalam perhelatan yang akan mempertemukan berbagai delegasi internasional tersebut.
"Dalam konser yang digelar nantinya akan menonjolkan budaya Simalungun. Untuk itu, panitia mengundang Wesly agar dapat hadir pada acara konser yang akan digelar 20 Juni 2026 di Jakarta," ujar Pdt Jenny.
Menanggapi rencana tersebut, Wesly Silalahi mengingatkan pentingnya peran lembaga keagamaan seperti GKPS dalam merawat kerukunan. Saat ini, Pematangsiantar menduduki peringkat keempat sebagai Kota Toleran se-Indonesia berdasarkan penilaian Setara Institute.
Wesly berharap kegiatan ini tidak hanya sukses secara seremonial, tetapi juga memperkuat posisi Siantar di mata internasional. Pemerintah kota berkomitmen memberikan dukungan agar rangkaian acara, termasuk agenda di Jakarta, dapat berjalan tanpa kendala.
"Pematangsiantar merupakan kota heterogen, dan terdapat kantor pusat sejumlah gereja. Mari jaga toleransi yang telah tumbuh di Kota Pematangsiantar," ungkap Wesly di hadapan para pengurus gereja.
Selain membahas konser internasional, Ephorus GKPS Pdt Jhon Christian Saragih turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya rangkaian HUT ke-155 Kota Pematangsiantar. Ia menyoroti antusiasme warga yang tinggi, khususnya pada sesi karnaval budaya yang baru saja usai.
Pdt Jhon Christian juga menyampaikan undangan terkait agenda gerejawi lainnya, yakni pentahbisan tujuh pendeta baru. Acara tersebut rencananya dilaksanakan di GKPS Getsemani Raya, Kabupaten Simalungun, pada 14 Juni 2026.
"Tahun ini UEM menunjuk GKPS sebagai Panitia Konser Harmoni 30 Tahun UEM. Hal tersebut sangat spesial bagi GKPS, apalagi mengingat Pematangsiantar merupakan kota yang memiliki sejumlah kantor pusat gereja," kata Pdt Jhon Christian.