MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menandatangani nota kesepahaman tentang jejaring pengampuan mata bersama Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo, Antonia Kartika, di Kantor Gubernur Sumut, Rabu. Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas Pemprov Sumut di bidang kesehatan setelah sebelumnya berhasil memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.
"Kerja sama ini bagian dari upaya Pemprov Sumut meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya layanan kesehatan mata," kata Bobby usai penandatanganan nota tersebut.
Direktur Utama RS Mata Cicendo, Antonia Kartika, mengungkapkan bahwa prevalensi kebutaan di Indonesia saat ini masih tergolong tinggi, yakni sekitar tiga persen. Program pengampuan ini difokuskan untuk menurunkan angka tersebut, terutama pada penyakit penyebab kebutaan seperti katarak, diabetik retinopati, dan glukoma.
"Kami melakukan pengampuan untuk menurunkan angka tersebut, terutama pada penyakit penyebab kebutaan," kata Kartika.
Program jejaring pengampuan mata tidak hanya berhenti pada penandatanganan nota. Kartika menjelaskan, pihaknya telah memulai tahap pertama berupa peningkatan pengetahuan dasar dan teori tentang mata secara virtual. Langkah selanjutnya akan dilakukan workshop kepada dokter dan perawat mata dari 49 rumah sakit di Sumatera Utara.
"Besok kita melakukan workshop kepada dokter mata dari 49 rumah sakit di Sumatera Utara, dan juga perawat mata. Sehari setelahnya, kita akan melakukan pendampingan operasi katarak," ujarnya.
Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan dilakukan melalui pembenahan fasilitas kesehatan hingga penguatan kapasitas layanan rumah sakit. RS Mata Cicendo yang diresmikan pada 3 Januari 1909 dengan nama Koningen Wilhemina Gathuis voor Ooglijders, merupakan pusat mata nasional yang menjadi rujukan pelayanan kesehatan mata di Indonesia.
"Kami coba memperbaiki baik fasilitas kesehatan itu sendiri, seperti rumah sakit, puskesmas, RSUD. Hari ini bagian pengoptimalan layanan rumah sakit, khususnya rumah sakit mata yang dimiliki Provinsi Sumut," kata Bobby.
Dengan kerja sama ini, Pemprov Sumut berharap kualitas layanan kesehatan mata di daerah dapat meningkat secara signifikan, sejalan dengan target nasional untuk menurunkan prevalensi kebutaan di Indonesia.