SUMATERA UTARA — Direktur Utama Bulog, Wahyu Suparyono, mengonfirmasi bahwa realisasi pengadaan ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu kurang dari enam bulan. Angka tersebut menunjukkan akselerasi penyerapan hasil panen di tengah musim panen raya yang masih berlangsung di sejumlah wilayah strategis.
“Ini bukti bahwa kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram memberikan kepastian pasar bagi petani. Hasilnya, serapan berjalan optimal dan stok pemerintah semakin kuat,” ujar Wahyu dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Secara spesifik di wilayah Bali, Perum Bulog Kanwil Bali mencatat serapan gabah petani sebanyak 9.324 ton dan beras sebanyak 198 ton. Kepala Kanwil Bali, Simon Melkisedek Lakapu, menyebut angka itu bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir langsung di tengah petani.
Stok CBP Tembus 5 Juta Ton, Jaminan Stabilitas Harga dan Bantuan Pangan
Dengan tambahan serapan ini, total stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kini melampaui 5 juta ton. Jumlah itu menjadi jaminan ketersediaan pangan nasional untuk menghadapi berbagai kebutuhan, mulai dari operasi pasar stabilisasi harga, penyaluran bantuan pangan, hingga mitigasi bencana dan gejolak pasar.
“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tegas Simon.
Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton pada 2026 bisa tercapai lebih cepat dari jadwal. Sinergi dengan TNI, Polri, penyuluh pertanian, dan penggilingan padi disebut menjadi kunci percepatan serapan di lapangan.
Reporter: Tim Ekonomi Bisnis Indonesia