TEBING TINGGI — Aksi balap liar di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Tebing Tinggi, tepatnya di wilayah Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, disebut semakin meresahkan. Selain membahayakan pengguna jalan, suara knalpot brong yang menggelegar hingga larut malam dinilai mengganggu ketenteraman warga sekitar.
Sekretaris Pengurus Komunitas Ngobrol Asik Cerita Agama (NGACA) Tebing Tinggi, Muhammad Yusuf Al-Fatih Hidayat, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan masyarakat melalui media sosial.
"Kami menerima banyak pengaduan dari masyarakat melalui akun media sosial kami. Warga sudah cukup geram dan resah. Suara knalpot yang sangat berisik mengganggu bayi yang sedang tidur, orang tua yang sedang sakit, bahkan warga yang ingin melaksanakan salat tahajud pada sepertiga malam," ujar Yusuf, Minggu (7/6/2026).
NGACA menilai tindakan pembubaran semata belum memberikan efek jera. Pasalnya, setelah petugas meninggalkan lokasi, para pembalap liar kerap kembali dan mengulangi aksinya.
Komunitas itu menyampaikan permohonan terbuka kepada Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya, S.I.K., jajaran Polsek Rambutan dan Polsek Tebing Tinggi, Dinas Perhubungan Kota Tebing Tinggi, serta Koramil 13/Tebing Tinggi untuk mengambil langkah konkret.
NGACA mendorong agar patroli malam ditingkatkan serta dilakukan penjagaan statis di titik-titik yang selama ini menjadi lokasi favorit balap liar.
"Kami memohon kepada Ibu Kapolres dan seluruh instansi terkait untuk meningkatkan patroli malam. Jika memungkinkan, tempatkan personel yang berjaga di lokasi setelah aksi dibubarkan. Jangan sampai menunggu jatuhnya korban jiwa baru semua pihak bergerak. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas," tegasnya.