MEDAN — Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dijadwalkan memberikan arahan langsung kepada seluruh peserta dan kontingen dari 33 kabupaten/kota pada ajang MTQ ke-40. Kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan Gedung Astaka, Jalan Willem Iskandar, Medan, dan berlangsung pada 15 hingga 24 Juni 2026.
“Kehadiran kami kemari untuk mengundang Pak Kajati dalam pembukaan MTQ ke-40 agar memberikan bimbingan kepada seluruh peserta dan kontingen dari semua kabupaten/kota se-Sumut,” kata Sulaiman Harahap dalam pertemuan tersebut.
MTQ Bukan Sekadar Lomba Membaca Alquran
Menanggapi undangan itu, Muhibuddin yang baru menjabat sekitar tiga bulan menyambut baik kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tidak boleh berhenti pada kemampuan membaca atau menghafal Alquran semata.
“MTQ ini sarana yang baik untuk mendekatkan masyarakat kepada Alquran. Menghafal Alquran juga jangan hanya sekadar menghafal, lebih baik mengamalkannya meski satu ayat,” ujar Muhibuddin.
Pesan itu ia sampaikan di tengah tema besar MTQ ke-40 tahun 2026, yaitu “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah”. Pemerintah provinsi berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berakhlak, serta memiliki pemahaman Alquran yang kuat.
Alquran sebagai Pedoman Bekerja
Dalam kesempatan yang sama, Kajati Sumut juga mengingatkan pentingnya menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam bekerja dan menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan sesuai aturan agar tidak menimbulkan kerugian bagi negara.
“Sumut ini barometer. Persoalannya mau enggak mengubah semua urusan uang tunai menjadi semua urusan tuntas. Untuk mengubah memang tidak mudah, namun bukan tidak mungkin,” katanya.
Pernyataan itu menjadi pengingat tersendiri bagi para peserta MTQ yang sebagian besar adalah generasi muda. Muhibuddin ingin nilai-nilai Alquran tidak hanya dihafal di panggung lomba, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja dan birokrasi.
Pembukaan Dihadiri Seluruh Kontingen
Pembukaan MTQ ke-40 di Medan nantinya akan dihadiri oleh kontingen dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Arahan dari Kajati Sumut direncanakan menjadi bagian dari sesi pembekalan karakter bagi peserta sebelum kompetisi dimulai.
Pemprov Sumut sengaja menggandeng Kejaksaan Tinggi untuk memberikan perspektif hukum dan etika kepada peserta. Langkah ini dinilai unik karena biasanya pembekalan MTQ hanya berfokus pada aspek teknis tilawah dan tahfiz.