Bupati Tapanuli Utara Jonius Hutabarat Tegaskan Pendidikan Karakter Tak Bisa Digantikan AI, 135 Kepala Sekolah Dihadirkan

Penulis: Saiful  •  Senin, 15 Juni 2026 | 19:38:31 WIB
Bupati Tapanuli Utara Jonius Hutabarat menegaskan pendidikan karakter tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan.

TAPANULI UTARA — Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa kecerdasan buatan atau AI tidak bisa menggantikan pendidikan karakter dan integritas di tengah kemajuan teknologi. Penegasan ini disampaikan saat membuka sosialisasi Program Prioritas Pendidikan jenjang SD se-Kabupaten Tapanuli Utara di SMA HKBP 2 Tarutung, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 135 kepala sekolah negeri dan swasta serta jajaran Dinas Pendidikan setempat.

AI Tak Bisa Gantikan Hati dan Karakter Manusia

Dalam arahannya, Bupati JTP Hutabarat menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah yang hadir. Ia menegaskan bahwa penempatan kepala sekolah dilakukan berdasarkan kebutuhan daerah dan kepentingan peningkatan mutu pendidikan, tanpa intervensi kepentingan pribadi.

"Meskipun zaman dan teknologi semakin canggih, hati, perasaan, dan karakter tidak bisa digantikan mesin. Pendidikan yang bermutu adalah pembentukan karakter dan integritas," tegas Bupati.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai moral, kedisiplinan, dan integritas. Tujuannya agar generasi muda mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri.

Sekolah Diminta Cetak Generasi Petarung Berintegritas

Bupati juga mengajak para pendidik untuk mencontoh lembaga pendidikan yang berhasil membentuk karakter peserta didik secara kuat, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Jadikan sekolah Bapak/Ibu sebagai tempat mendidik petarung yang disiplin, gigih, dan penuh integritas," imbau Bupati.

Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Program SAITAPAIAS dan TAPAMAJUMA Jadi Andalan

Selain membahas pendidikan karakter, Bupati mendorong keterlibatan siswa dalam program SAITAPAIAS untuk mendukung penanganan sampah plastik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Di bidang akademik, ia menekankan pentingnya pembelajaran matematika sebagai sarana membangun pola pikir logis dan kemampuan analitis peserta didik.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh sekolah dasar menerapkan program TAPAMAJUMA (Taput Maretong, Manjaha, Martorsa) yang berfokus pada kemampuan berhitung, membaca, dan bercerita.

"Biasakan anak mendeskripsikan dan menceritakan kembali apa yang dipelajari. Kita harus menciptakan pembelajaran yang benar-benar dipahami anak secara mendalam," ujarnya.

Lima Tema Prioritas Disosialisasikan ke 135 Kepala Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Freddy Advent Panjaitan, melaporkan bahwa kegiatan diikuti oleh 135 kepala sekolah SD negeri dan swasta se-Kabupaten Tapanuli Utara. Sosialisasi dan pendampingan tersebut membahas lima tema utama.

Lima tema itu meliputi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), Anak Tidak Sekolah (ATS), pengembangan Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta pemanfaatan Paparan Interaktif Digital (PID) dan pemutakhiran sarana prasarana pendidikan.

Bupati berharap seluruh program prioritas pendidikan tersebut dapat dijalankan secara konsisten dan sungguh-sungguh di setiap sekolah. Tujuannya demi melahirkan generasi Taput yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Reporter: Saiful
Sumber: lensawarga.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top