LABUHANBATU — Nur Assyfa Fazira Saragih menempuh jalur panjang sebelum berdiri di lintasan provinsi. Di tingkat Kecamatan Rantau Utara, ia finis Juara III. Di tingkat Kabupaten Labuhanbatu, ia tampil sebagai yang terbaik dan keluar Juara I, hasil yang mengantarkannya mewakili daerah itu ke Porsadin Sumatera Utara.
Porsadin ke-VII tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 mempertemukan atlet-atlet madrasah diniyah dari berbagai kabupaten/kota se-Sumut. Di tengah persaingan itu, Nur Assyfa mengamankan posisi Juara Harapan III pada nomor sprint putri 100 meter.
Perjalanan Nur Assyfa dimulai dari kompetisi tingkat kecamatan, bukan dari jalur pembinaan atlet khusus. Ia meraih Juara III di Rantau Utara, lalu menaikkan performa di tingkat kabupaten hingga keluar sebagai Juara I.
Gelar juara kabupaten itu membuka pintu ke Porsadin Sumut. Di level provinsi, ia bersaing dengan wakil dari sejumlah kabupaten/kota dan tetap mencatatkan hasil yang membawa pulang medali harapan.
MDTA Nurul Hasanah menilai capaian ini mematahkan anggapan bahwa santri madrasah diniyah hanya menekuni ilmu keagamaan. Madrasah, menurut pihak sekolah, juga menjadi wadah pembinaan bakat olahraga, seni, disiplin, rasa percaya diri, dan sportivitas.
Kepala MDTA Nurul Hasanah, Ustaz Abduh Nasution, menyatakan komitmen mendukung pengembangan potensi peserta didik di bidang akademik, keagamaan, maupun ekstrakurikuler seperti olahraga. Dukungan itu diharapkan melahirkan generasi muda Labuhanbatu yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Pihak madrasah berharap keberhasilan Nur Assyfa menjadi pelecut semangat bagi santri lainnya untuk terus berlatih dan berani berkompetisi di ajang positif. Keluarga besar MDTA Nurul Hasanah dan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu menyambut capaian ini dengan rasa bangga.
"Selamat dan sukses kepada Nur Assyfa Fazira Saragih. Semoga prestasi ini menjadi batu loncatan untuk meraih mimpi yang lebih tinggi serta menginspirasi generasi muda lainnya," kata Ustaz Abduh Nasution.