MEDAN — Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pemberantasan tuberkulosis tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh dari kepala daerah. Ia menyebut, Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi nasional, namun eksekusi di lapangan sangat bergantung pada wali kota, camat, hingga kepala desa.
“Kami datang ke sini memang tujuannya untuk pemberantasan TB. Tentu kita juga melihat fasilitas layanan TB di RS Adam Malik,” ujar Wamenkes dalam keterangannya usai peninjauan.
Tracing Masif di 3.640 Titik Sepanjang 2026
Salah satu langkah konkret yang diungkapkan Wamenkes adalah pelacakan atau tracing kasus TB secara besar-besaran di Sumatera Utara tahun ini. Sebanyak 3.640 lokasi akan menjadi sasaran pemeriksaan aktif untuk menemukan pasien yang belum terdeteksi.
“Kemenkes akan melakukan pemeriksaan. Contohnya di Sumatera Utara, tahun ini dilakukan tracing di 3.640 lokasi,” jelas Benjamin.
Ia menambahkan, pendekatan ini penting karena banyak kasus TB tidak terlaporkan, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.
Fasilitas Khusus TB di RS Adam Malik: Dari Ruang Negatif hingga ICU Infeksi
Direktur Utama RS Adam Malik, dr. Zainal Safri, memaparkan bahwa rumah sakit rujukan utama di Sumatera bagian utara ini telah menyediakan layanan TB yang terintegrasi. Mulai dari Poliklinik TB DOTS, layanan MDR TB (multi-drug resistant), hingga ruang rawat inap khusus.
“Kami juga memiliki ruang bertekanan negatif yang sebelumnya digunakan untuk pasien Covid-19. Kini difungsikan sebagai ICU infeksi dan TB,” terang Zainal.
Laboratorium Mikrobiologi Klinik di RS Adam Malik juga menjadi andalan. Tidak hanya melayani pasien internal, laboratorium ini menerima sampel dugaan TB dari berbagai rumah sakit di wilayah Sumut untuk diperiksa dan ditegakkan