Pemerintah Kabupaten Deli Serdang resmi menandatangani kesepakatan bersama untuk mempercepat penurunan angka stunting bersama sejumlah daerah di Sumatera Utara. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, di Medan pada Kamis (20/2).
MEDAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mengambil langkah konkret menekan angka prevalensi stunting dengan menandatangani kesepakatan bersama (PKS) percepatan penurunan stunting antar-daerah di Provinsi Sumatera Utara. Kesepakatan ini menjadi payung hukum bagi penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan masalah gizi kronis pada anak tersebut.
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menegaskan bahwa dokumen yang ditandatangani tersebut bukan sekadar seremonial belaka. PKS ini diharapkan mampu menjadi instrumen penguat bagi pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menjalankan program intervensi.
“Dengan adanya penandatanganan kesepakatan percepatan penurunan stunting ini, diharapkan menjadi penguat bagi Kabupaten Deli Serdang melalui kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujarnya di Medan, Kamis.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Penanganan
Lom Lom menekankan bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan oleh dinas kesehatan seorang diri. Dibutuhkan gerak bersama yang melibatkan seluruh perangkat daerah, mulai dari urusan pendidikan, infrastruktur, hingga ketahanan pangan, serta partisipasi aktif masyarakat di tingkat keluarga.
“Penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh sektor dan masyarakat. Karena itu, sinergi dan kolaborasi harus terus diperkuat agar upaya yang dilakukan memberikan dampak nyata terhadap kualitas tumbuh kembang anak,” kata Lom Lom.
Dalam kesepakatan tersebut, Pemkab Deli Serdang berkomitmen untuk memperkuat empat pilar utama. Keempatnya mencakup koordinasi antar-instansi, pemanfaatan data yang akurat, pelaksanaan intervensi yang tepat sasaran, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat di akar rumput.
Wagub Sumut Ingatkan Dampak Jangka Panjang Stunting
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mengingatkan bahwa dampak stunting tidak berhenti pada masalah pertumbuhan fisik semata. Kondisi ini secara langsung memengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM), produktivitas, dan daya saing bangsa di masa depan.
“Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kerja sama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat hingga keluarga,” ujar Surya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri telah menggencarkan berbagai intervensi untuk menekan angka stunting. Langkah yang ditempuh antara lain penguatan layanan kesehatan, pemantauan pertumbuhan balita secara berkala, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan akses sanitasi, hingga program perbaikan rumah tidak layak huni.
Surya menambahkan, pendekatan yang dilakukan tidak bisa seragam di semua wilayah. Setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga pemanfaatan data dan analisis kondisi lapangan menjadi krusial untuk menentukan strategi yang paling efektif.