MEDAN — Puluhan pengelola media sosial dan laman di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendapat arahan langsung soal strategi konten dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI. Webinar bertajuk "Humas Berdampak, Menghadirkan Konten Positif yang Mengedukasi dan Inspiratif di Era Digital" itu digelar secara daring dan dibuka langsung oleh Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program UMSU Creator Fest 2026 yang berkolaborasi dengan LLDikti Wilayah 1 Sumatera Utara. Lebih dari 60 peserta yang bertugas mengelola akun resmi fakultas, lembaga, dan unit di bawah UMSU mengikuti sesi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut.
Porsi Konten Seremonial Diminta Dikurangi
Kepala Humas dan Protokoler Kemdiktisaintek RI, Doddy Zulkifli Indra Atmaja, yang akrab disapa Kang Doddy, menyampaikan bahwa format konten di media sosial kampus saat ini harus berubah. Ia meminta pengelola tidak lagi membanjiri linimasa dengan dokumentasi kegiatan formal yang minim nilai informasi.
"Format konten di media sosial, jangan lagi menghadirkan terlalu banyak informasi kegiatan formal, tapi lebih mengangkat informasi yang inspiratif tentang mahasiswa termasuk alumni," kata Doddy dalam paparannya.
Menurutnya, humas kampus perlu menggeser fokus pada testimoni penerima manfaat dari hasil riset, inovasi, serta program yang dijalankan universitas. Pendekatan ini dinilai lebih efektif membangun persepsi positif dibandingkan sekadar laporan acara.
Konten 30-60 Detik dan Kisah Sukses Alumni
Doddy juga membeberkan trik agar konten kampus mampu menarik minat calon mahasiswa baru yang aktif mencari informasi dari media sosial. Ia menyarankan media sosial diubah menjadi ruang interaksi, bukan sekadar papan pengumuman.
"Calon mahasiswa banyak mencari informasi dari media sosial. Karena itu, media sosial harus diubah menjadi media interaksi. Porsi konten seremonial dikurangi dan lebih banyak menghadirkan kehidupan mahasiswa (student life), siaran langsung, serta konten yang membuat audiens merasa dekat dengan kampus," jelasnya.
Ia mendorong pengelola untuk memanfaatkan format video singkat berdurasi 30-60 detik yang edukatif dan ringan. Teknik storytelling serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten juga disebut sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi.
Reputasi Kampus di Mata Publik
Dalam kesempatan itu, Doddy mengingatkan bahwa kehumasan memiliki peran strategis dalam membangun narasi institusi. Komunikasi yang dibangun harus bersifat dua arah dan berkelanjutan untuk menjaga kepercayaan publik.
"Kehumasan berkaitan dengan reputasi institusi di mata publik. Komunikasi harus bersifat dua arah dan berkelanjutan untuk menjaga kepercayaan publik, membangun persepsi jangka panjang, serta memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan," ujarnya.
Doddy turut mengapresiasi capaian UMSU yang berhasil menempati peringkat pertama di UniRank. Ia menilai prestasi tersebut perlu didukung oleh narasi digital yang kuat dari internal kampus.
Optimasi Laman dan Kolaborasi Lintas Sektor
Selain media sosial, Doddy menekankan pentingnya peningkatan kualitas laman resmi perguruan tinggi. Platform seperti TikTok juga perlu dioptimalkan secara maksimal untuk menjangkau audiens yang lebih muda.
Ia meminta humas kampus memperkuat kolaborasi dengan industri, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi lainnya. Langkah ini dinilai mampu memperluas dampak komunikasi institusi di luar lingkungan kampus.
Sementara itu, Kepala Biro Humas UMSU, Dr. Ribut Priadi, M.I.Kom, menyampaikan bahwa banyak wawasan baru yang diterima peserta untuk mengembangkan kehumasan di lingkungan UMSU. Salah satu peserta, Venny Eriska, mengaku mendapat pandangan baru tentang produksi konten.
"Kegiatan ini memberikan pandangan baru tentang memproduksi konten yang sesuai dengan platform media sosial. Selama ini menganggap kuantitas penting, tapi ternyata bukan itu penentu dalam membangun citra dan reputasi," ujar Venny.