Pencarian

Vogue World 2026 Pindah ke San Francisco, Sinyal Kuat Mode dan Teknologi Makin Melebur

Jumat, 07 Agustus 2026 • 04:37:31 WIB
Vogue World 2026 Pindah ke San Francisco, Sinyal Kuat Mode dan Teknologi Makin Melebur
Suasana Vogue World 2026 diumumkan akan digelar di San Francisco, Amerika Serikat.

SUMATERA UTARA — San Francisco, kota yang identik dengan Silicon Valley dan raksasa teknologi, akan menjadi tuan rumah Vogue World berikutnya. Pengumuman ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan penanda pergeseran budaya yang signifikan: dunia mode resmi merangkul para tokoh teknologi sebagai bagian dari zeitgeist.

Alasan Vogue Memilih San Francisco

Anna Wintour, pemimpin redaksi Vogue, dalam pernyataannya menyebut San Francisco sebagai kota yang unik. "Ini adalah tempat komunitas yang beragam hidup berdampingan, tempat yang mencintai seni, kreativitas, dan tidak takut akan perubahan," tulisnya.

Wintour juga menyinggung sejarah kota tersebut yang dikenal pemberontak dan inovatif. "Saya suka bahwa San Francisco selalu membela nilai-nilai dan hal-hal yang diyakininya. Vogue World akan mendukung para kreator San Francisco dan memperkuat seluruh ekosistem," imbuhnya.

Dari Met Gala hingga Pelukan pada Dunia Teknologi

Langkah ini bukan kejutan. Sepanjang tahun lalu, Wintour aktif mendekatkan diri ke tokoh-tokoh paling berpengaruh di industri teknologi. Puncaknya terlihat pada Met Gala tahun ini, yang oleh banyak pihak dijuluki "tech gala".

Jeff Bezos dan istrinya, Lauren Sanchez, menjadi sponsor utama acara tersebut. Sergey Brin dari Google dan Mark Zuckerberg juga hadir, dengan Zuckerberg tercatat sebagai peserta pertama kalinya. OpenAI, Meta, dan Snap bahkan membeli satu meja masing-masing dengan harga fantastis, US$ 350.000 (sekitar Rp 5,8 miliar) per meja.

Gaya "Tech Bro" yang Kini Dilirik Mode

Selama ini, stereotip pekerja teknologi melekat pada hoodie, rompi Patagonia, dan sepatu atletik mahal. Bahkan miliarder seperti Alexandr Wang, yang kini memimpin Superintelligence Labs di Meta, tampil santai dengan kaos Nintendo lusuh dan Crocs dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Namun, angin perubahan mulai terasa. Zuckerberg, yang dulu identik dengan kaos abu-abu polos, kini terlihat duduk di barisan depan peragaan busana Prada. Kampanye terbaru Meta Glasses bahkan disebut-sebut memiliki estetika visual yang mirip iklan Saint Laurent atau Balenciaga.

Dampak untuk Industri Mode dan Teknologi

Bagi Vogue, keputusan ini cerdas secara bisnis. Sebagai publikasi yang selalu mengikuti arus uang dan mencari cara untuk tetap relevan, berpaling ke pusat kecerdasan buatan (AI) dunia adalah langkah strategis. San Francisco, meski bukan kota mode sekelas New York, London, atau Paris, menawarkan pasar dan pengaruh baru yang besar.

Kolaborasi kreatif pun mulai bermunculan. OpenAI dan Palantir baru saja merilis koleksi merchandise yang mengusung gaya minimalis khas pekerja teknologi. Beberapa pengamat bahkan menilai desainnya terinspirasi dari estetika Virgil Abloh untuk Off-White.

Kepindahan Vogue World ke San Francisco bisa menjadi awal dari tren mode baru yang terinspirasi gaya hidup Northern California. Bayangkan gaun terra cotta ala Claude atau quarter-zip dengan logo Vogue—kemungkinan itu bukan lagi sekadar imajinasi.

Follow www.inisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks