SUMATERA UTARA — Kaki kesemutan yang terjadi sesekali memang umumnya tidak berbahaya. Namun, sensasi geli atau seperti tertusuk jarum yang muncul secara terus-menerus dan disertai gejala lain bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, salah satunya kerusakan saraf perifer.
Neuropati Alkoholik dan Defisiensi Vitamin B1
Kebiasaan mengonsumsi minuman tidak sehat, khususnya alkohol, menjadi salah satu faktor risiko utama. Pecandu alkohol disebut lebih rentan mengalami kaki kesemutan karena asupan alkohol berlebih dapat memicu kerusakan saraf tepi yang dikenal sebagai neuropati alkoholik.
Selain itu, konsumsi alkohol berlebih juga membuat tubuh rentan kekurangan vitamin B1 atau tiamin. Padahal, tiamin berperan vital dalam menjaga kesehatan dinding sel saraf. Defisiensi tiamin dalam jangka panjang dapat memicu neuropati perifer, yang kemudian bermanifestasi sebagai kesemutan, mati rasa, atau bahkan nyeri pada kaki.
Kapan Keluhan Kesemutan Harus Diwaspadai?
Kesemutan akibat gangguan saraf biasanya tidak hilang dengan sendirinya. Gejala seperti rasa terbakar, kelemahan otot kaki, hingga sensasi seperti memakai sarung tangan atau kaus kaki ketat juga sering menyertai kondisi ini.
Jika keluhan muncul secara berulang tanpa sebab yang jelas, pemeriksaan medis sejak dini menjadi langkah yang disarankan. Penanganan yang terlambat berisiko memperparah kerusakan saraf yang sudah terjadi.
Gaya Hidup Sebagai Faktor Pemicu Utama
Pola hidup yang tidak sehat, terutama konsumsi alkohol jangka panjang, menjadi faktor yang paling sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko neuropati. Perbaikan gaya hidup dengan menghentikan konsumsi alkohol dan memastikan asupan nutrisi, khususnya vitamin B kompleks, menjadi langkah awal yang krusial.
Mengenali penyebab sejak dini membantu mencegah kondisi berlanjut menjadi gangguan saraf permanen. Konsultasi dengan tenaga medis profesional tetap menjadi rekomendasi utama untuk mendapatkan