SUMATERA UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (22/10) di level 5.387,9, menguat 1,12% atau 59,54 poin dari sesi sebelumnya. Kenaikan hari ketiga berturut-turut ini terjadi saat investor asing justru membukukan net sell Rp 1,48 triliun. Posisi indeks yang sudah bertahan tiga hari di zona hijau membuat peluang profit taking semakin terbuka.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyoroti tekanan yang datang dari luar. Mayoritas indeks bursa Asia bergerak melemah akibat tekanan pada saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Asing Masih Jualan, Tekanan Eksternal Belum Reda
Di tengah kenaikan indeks, investor asing mencatatkan net sell Rp 1,48 triliun. Angka itu menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak ditopang oleh aliran dana asing, melainkan lebih banyak oleh aksi beli domestik.
Tekanan eksternal menambah beban. Pelemahan mayoritas bursa Asia, terutama saham-saham teknologi dan AI, menjadi faktor yang membatasi ruang kenaikan IHSG. Alrich menilai kondisi tersebut membuat pasar domestik rentan terhadap perubahan sentimen global.
Tiga Hari di Zona Hijau, Sinyal Profit Taking Menguat
Kenaikan tiga hari berturut-turut menempatkan IHSG pada posisi yang rawan koreksi teknis. Sejumlah pelaku pasar biasanya memanfaatkan momen seperti ini untuk merealisasikan keuntungan jangka pendek.
Net sell asing yang tetap besar memperkuat dugaan bahwa sebagian investor memilih mengunci gain di tengah ketidakpastian global. Bagi investor ritel, kondisi ini menjadi pengingat untuk mencermati level support dan resistance sebelum menambah posisi.
- IHSG ditutup di 5.387,9, naik 59,54 poin atau 1,12% pada Kamis (22/10)
- Kenaikan berlangsung tiga hari berturut-turut di zona hijau
- Net sell asing tercatat Rp 1,48 triliun pada sesi yang sama
- Mayoritas indeks bursa Asia melemah akibat tekanan saham teknologi dan AI
Apa Artinya bagi Investor di Sesi Berikutnya
Kombinasi indeks yang sudah naik tiga hari dan arus keluar dana asing membuat pasar berada di titik krusial. Jika net sell berlanjut, kenaikan IHSG berpotensi terhenti dan berbalik ke zona merah.
Alrich menyampaikan pandangan soal tekanan eksternal tersebut tanpa menyebut proyeksi level indeks. Phintraco Sekuritas menekankan bahwa pergerakan saham teknologi global akan tetap menjadi faktor penentu sentimen di bursa domestik dalam jangka pendek.
Pelaku pasar disarankan memantau perkembangan bursa Asia dan arus dana asing sebelum mengambil keputusan. Dua indikator itu menjadi penentu apakah IHSG mampu memperpanjang reli atau harus menyerah pada tekanan profit taking.