Fauzi Amro Resmikan Fasilitas Air Bersih di Dua Pesantren Lubuklinggau

Penulis: Yasir  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 10:52:01 WIB
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro meresmikan sumur bor di dua pesantren Lubuklinggau.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro meresmikan bantuan sumur bor untuk Pondok Pesantren Ulul Al-Bab dan Misro Arafah di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada pekan ini. Langkah tersebut merupakan realisasi janji reses untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi ratusan santri yang selama ini mengalami keterbatasan akses sanitasi.

Kunjungan reses Anggota DPR RI tiga periode dari Dapil Sumatera Selatan I, Fauzi Amro, di Lubuklinggau pekan ini difokuskan pada penyediaan infrastruktur dasar pendidikan keagamaan. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI tersebut meresmikan fasilitas sumur bor di dua lokasi berbeda, yakni Pondok Pesantren Ulul Al-Bab di Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan Pondok Pesantren Misro Arafah di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Penyediaan akses air bersih ini menjadi prioritas mengingat lonjakan jumlah santri di kedua lembaga pendidikan tersebut tidak dibarengi dengan ketersediaan debit air yang memadai. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu menunjang aktivitas harian serta standar kesehatan di lingkungan asrama pesantren secara berkelanjutan.

Target 40 Titik Sumur Bor dan Spesifikasi Teknis Fasilitas

Program sumur bor yang diinisiasi oleh Fauzi Amro ini tidak hanya menyasar Kota Lubuklinggau. Legislator dari Fraksi Partai NasDem tersebut mengungkapkan bahwa program serupa telah dijalankan secara masif di wilayah Musi Rawas dan sekitarnya. Hingga saat ini, total terdapat sekitar 40 titik sumur bor yang telah direalisasikan bagi masyarakat dan lembaga pendidikan.

Secara teknis, sumur bor yang dibangun memiliki spesifikasi standar industri untuk menjamin ketersediaan air di musim kemarau. Setiap titik sumur memiliki kedalaman hingga 80 meter. Fasilitas ini diserahkan dalam kondisi siap pakai karena sudah dilengkapi dengan mesin pompa berkekuatan tinggi serta tandon air (toren) untuk distribusi ke area asrama dan tempat ibadah.

"Air bersih adalah kebutuhan utama. Bukan hanya untuk konsumsi, tapi juga untuk kebersihan asrama, tempat ibadah, dan lingkungan. Kita diajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan itu harus dimulai dari fasilitas yang memadai," ujar Fauzi Amro saat memberikan sambutan di hadapan para santri dan tokoh masyarakat.

Respons Pengelola Pesantren Terhadap Realisasi Janji Reses

Pihak pengelola pondok pesantren menyambut positif langkah nyata dari wakil rakyat tersebut. Pimpinan Pondok Pesantren Ulul Al-Bab, Ustaz Dirja Mahendra, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan jawaban konkret atas aspirasi yang pernah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Menurutnya, kendala air bersih selama ini sering menghambat aktivitas ibadah dan kebersihan santri.

“Ini bukan hanya bantuan, tapi jawaban atas kebutuhan kami. Jumlah santri terus bertambah, dan air bersih menjadi kebutuhan utama. Alhamdulillah, hari ini benar-benar terwujud,” ungkap Ustaz Dirja Mahendra.

Peresmian ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Lubuklinggau Rachmat Hidayat, Ketua STAIS Lubuklinggau M. Yunus, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau Asril. Kehadiran jajaran eksekutif kota ini menandakan adanya sinergi antara fungsi pengawasan dan anggaran yang dijalankan DPR RI dengan implementasi kebijakan di tingkat daerah.

Fungsi Representasi dan Motivasi Pendidikan Santri

Di sela-sela peresmian, Fauzi Amro menekankan pentingnya peran santri dalam pembangunan masa depan bangsa. Ia menggunakan momentum reses ini untuk memberikan motivasi agar para santri tidak merasa rendah diri dalam mengejar cita-cita besar, termasuk kemungkinan menjadi pemimpin nasional di masa depan.

“Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar,” tegas Fauzi.

Sebagai legislator yang membidangi keuangan dan perbankan di Komisi XI, Fauzi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di daerah pemilihan. Reses kali ini menjadi pembuktian akuntabilitas politik dalam mentransformasikan aspirasi lisan menjadi pembangunan fisik yang memiliki kemanfaatan jangka panjang bagi sektor pendidikan dan keagamaan di Sumatera Selatan.

Reporter: Yasir
Back to top