Medan Rico Waas Minta BPS Beri Peringatan Dini Lonjakan Harga Pangan

Penulis: Fajar  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 11:33:01 WIB
Wali Kota Medan Rico Waas minta BPS beri peringatan dini terkait lonjakan harga pangan.

Pemerintah Kota Medan mempertegas komitmen pembangunan daerah berbasis data akurat. Saat menerima audiensi jajaran BPS Kota Medan di Balai Kota, Selasa (5/5/2026), Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa data bukan sekadar tumpukan angka, melainkan alat kendali strategis untuk menavigasi pertumbuhan ekonomi.

Rico menekankan pentingnya peran BPS sebagai warning system atau sistem peringatan dini bagi pemerintah daerah. Dengan data yang diperbarui secara berkala, Pemko Medan diharapkan dapat mengambil kebijakan antisipatif terhadap fluktuasi pasar yang kerap memicu inflasi.

Fokus Kendali Inflasi: Pantau Harga Komoditas Secara Real-Time

“Kami berharap BPS dapat memberikan warning bagi Pemko Medan. Misalnya komoditas apa saja yang kemungkinan harganya akan naik dan dapat mempengaruhi inflasi, sehingga kami dapat mengambil langkah antisipasi,” kata Rico Waas.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kadis Kominfo Medan Arrahmaan Pane dan Kepala Bappeda Ferri Ichsan tersebut, Rico menyebutkan bahwa ketepatan data komoditas sangat krusial. Jika potensi kenaikan harga terdeteksi lebih awal, dinas terkait dapat segera melakukan intervensi pasar atau menjaga rantai pasok.

Jadwal Sensus Ekonomi 2026: Mulai dari Rumah Dinas Wali Kota

Kepala BPS Kota Medan, Hafsyah Aprilia, menjelaskan bahwa dukungan penuh dari kepala daerah menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Sebagai bentuk dukungan simbolis, BPS direncanakan memulai pendataan perdana di Rumah Dinas Wali Kota Medan.

Hafsyah merinci bahwa pendataan besar-besaran ini akan dilakukan dalam dua tahapan utama sepanjang tahun 2026:

  • 1-31 Mei 2026: Pendataan menyasar seluruh pelaku usaha berskala besar di wilayah Medan.
  • 15 Juni - 31 Agustus 2026: Petugas akan melakukan pendataan door to door ke rumah warga, baik yang memiliki unit usaha maupun tidak.

”Sinergi yang kuat antara BPS dan Pemko Medan adalah kunci. Kami ingin memastikan data yang dihasilkan akurat dan menyeluruh agar kebijakan yang diambil pemerintah tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Hafsyah.

Sinkronisasi Data untuk Pemetaan Investasi Daerah

Selain urusan inflasi, Rico Waas mendorong adanya kolaborasi teknis antara BPS dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan. Tujuannya adalah memetakan peta investasi secara real-time di berbagai kecamatan.

“Sinergi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor unggulan yang sedang berkembang pesat di Medan,” ujar Rico. Dengan sinkronisasi ini, calon investor dapat melihat data pertumbuhan sektor usaha secara transparan, yang diharapkan mampu mendongkrak nilai investasi di Kota Medan.

Guna menyukseskan agenda nasional tersebut, Pemko Medan akan mengoptimalkan seluruh kanal komunikasi publik untuk sosialisasi massal. Hal ini dilakukan agar masyarakat dan pelaku usaha bersikap kooperatif saat petugas sensus datang melakukan pendataan di lapangan.

Reporter: Fajar
Back to top