SUMATERA UTARA — Dua laga kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi momentum kebangkitan Timnas Indonesia. Pada 5 Juni, Garuda menekuk Oman 3-0, lalu disusul kemenangan tipis 1-0 atas Mozambik empat hari kemudian. Hasil ini menggeser posisi Indonesia naik 10 peringkat sekaligus memperbaiki total poin menjadi 1.157,14.
Tambahan poin dari dua pertandingan tersebut membuat Indonesia kini hanya berjarak 0,08 poin dari Sudan yang menghuni peringkat 117. Jika konsisten meraih hasil positif di laga internasional berikutnya, peluang menembus 100 besar FIFA semakin terbuka lebar.
Pencapaian ini menjadi modal berharga menjelang turnamen Piala AFF 2026 yang akan digelar akhir Juli. Setelah itu, Timnas akan kembali menjalani agenda FIFA pada September mendatang.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan rasa syukur atas raihan poin penuh di dua laga kandang. Namun, ia mengingatkan para pemain untuk tidak cepat berpuas diri.
"Alhamdulillah, kami patut bersyukur, poin penuh di dua pertandingan kemarin memperbaiki peringkat kita. Terima kasih kepada seluruh suporter yang terus setia mendukung Timnas. Saya tetap mengingatkan, peringkat di sepak bola kadang tidak menjamin hasil akhir," kata Erick Thohir dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
"Jadi, kami harus tetap membumi dan fokus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya agar bisa terus mendekati dan masuk 100 dunia," tuturnya.
Dukungan suporter di SUGBK selama dua laga disebut ikut menjadi faktor pendorong performa skuad Garuda. Dengan tambahan poin ini, Indonesia kini memiliki pijakan lebih kuat untuk bersaing di level Asia Tenggara dan Asia.