MEDAN — Sebanyak 15.000 ton beras tambahan mulai dikirim secara bertahap dari Bulog pusat ke Sumatera Utara. Kepala Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menargetkan seluruh pengiriman rampung dalam sepuluh hari ke depan.
“Pengiriman dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai dalam 10 hari ke depan,” kata Budi di Medan, Sabtu.
Dengan tambahan ini, total stok beras Bulog di Sumut mencapai sekitar 56.796 ton. Cadangan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan Program Bantuan Pangan serta menjaga ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Budi menegaskan pentingnya menjaga pasokan di tengah kebutuhan pangan pokok yang tinggi. “Pasokan beras harus tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut yang mencapai sekitar 15 juta jiwa,” ujarnya.
Serapan Gabah Petani Capai 43 Persen dari Target Tahunan
Selain mengandalkan kiriman dari pusat, Bulog Sumut juga aktif menyerap hasil panen petani lokal. Sepanjang Januari hingga 3 Juni 2026, gabah kering panen yang telah dikonversi menjadi beras mencapai 14.992 ton.
Jumlah itu setara sekitar 43 persen dari target pengadaan beras tahun 2026 sebesar 35.000 ton. Budi optimistis target tersebut dapat tercapai penuh pada Desember mendatang.
“Pengadaan beras sebanyak 14.992 ton tersebut telah mencapai sekitar 43 persen dari target pengadaan beras tahun 2026 sebanyak 35.000 ton,” katanya.
Daerah Mana Saja yang Jadi Andalan Pasokan?
Bulog Sumut masih melihat potensi penyerapan beras di sejumlah daerah pada Juli 2026. Beberapa kabupaten yang menjadi sumber utama antara lain Tapanuli Selatan, Simalungun, dan Langkat.
Sebagai operator pemerintah, Bulog bertugas menyerap gabah langsung dari petani dengan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Dengan kombinasi pasokan dari pusat dan serapan lokal, Bulog Sumut menyatakan stok beras untuk bantuan pangan dan stabilisasi harga tetap terjaga.