DELISERDANG — Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mencatat lonjakan drastis jumlah pengunjung pada hari kedua gelaran Gebyar dan Pameran Pendidikan Sumut 2026. Sedikitnya 2.000 orang memadati Kompleks Astaka, Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Minggu (3/5/2026).
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, Dewi Susantri Ujung, memantau langsung kemeriahan acara bersama jajaran Kepala Cabang Dinas dan kepala sekolah. Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini menjadi panggung kreativitas bagi siswa SMA dan SMK dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebelumnya telah membuka secara resmi rangkaian kegiatan ini pada 2 Mei 2026. Pameran dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Senin (4/5/2026) besok dengan target sasaran utama kalangan pendidik dan pelajar.
Stan UMKM Beri Diskon 25 Persen bagi Pelajar Berseragam
Area usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi titik paling ramai dikunjungi. Para pelaku usaha menyediakan fasilitas tempat duduk yang memadai, sehingga pengunjung dapat menikmati sajian kuliner dengan nyaman di tengah cuaca terik.
Strategi pemasaran unik diterapkan oleh para pedagang untuk menarik minat siswa. Sejumlah stan memberikan potongan harga khusus bagi pengunjung yang datang mengenakan atribut sekolah lengkap.
"Alhamdulillah, banyak yang datang ke stan UMKM. Banyak juga guru yang datang membawa muridnya untuk berbelanja makanan. Sudah tersedia bangku dan meja untuk tempat makan, jadi mereka senang kemari," kata Eka, salah satu pedagang makanan di lokasi pameran.
Eka menyebutkan bahwa kebijakan diskon 25 persen bagi pelajar berseragam sangat efektif mendongkrak omzet. Menurutnya, keramaian hari kedua ini jauh meningkat dibandingkan hari pembukaan berkat adanya berbagai perlombaan siswa.
Pertandingan Catur Siswa SLB dan Kompetisi E-sport
Selain sektor kuliner, kompetisi olahraga dan ketangkasan juga menyedot perhatian massa di panggung Astaka. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah pertandingan catur kategori Sekolah Luar Biasa (SLB) yang diikuti siswa tuna rungu dan tuna netra.
Panitia mencatat ratusan penonton memberikan dukungan bagi para atlet disabilitas yang bertanding dengan penuh konsentrasi. Di sudut lain, tren teknologi digital diwadahi melalui turnamen e-sport Mobile Legends yang diikuti oleh tim-tim perwakilan sekolah.
Kreativitas siswa juga ditampilkan melalui parade kostum karakter animasi. Para peserta lomba kostum yang berkeliling area pameran menjadi sasaran swafoto pengunjung, melengkapi kemeriahan panggung seni yang menampilkan pembacaan puisi dan tarian daerah.
Target Penguatan Ekosistem Pendidikan Sumatera Utara
Gebyar Pendidikan Sumut 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya memperkuat ekosistem pendidikan di wilayah ini. Melalui pameran ini, Disdik Sumut berupaya memfasilitasi pertemuan antara karya inovasi sekolah dengan masyarakat luas serta sektor industri.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus pengunjung tetap mengalir hingga menjelang sore hari. Area baliho besar dan stan pameran karya siswa menjadi titik favorit warga untuk mengabadikan momen kunjungan mereka.
Pihak panitia mengimbau pengunjung yang akan hadir pada hari penutupan esok untuk tetap menjaga ketertiban. Rangkaian acara pada hari terakhir diprediksi akan tetap padat dengan agenda pengumuman pemenang lomba dan penutupan resmi oleh otoritas terkait.