SUMATERA UTARA — Bridgestone baru saja mengoperasikan simulator driver-in-the-loop (DiL) generasi terbaru buatan VI-grade, yakni DiM500. Alat ini bukan sekadar ruang latihan virtual untuk pembalap, melainkan laboratorium pengujian ban yang menyatukan umpan balik pengemudi manusia dengan data historis dan kecerdasan buatan (AI).
Menggantikan Ribuan Ban Fisik dengan Simulasi Digital
Dalam pengembangan ban konvensional, puluhan bahkan ratusan prototipe fisik harus dibuat, diuji di lintasan, lalu dihancurkan. Proses ini memakan biaya besar dan menghasilkan limbah karet yang tidak sedikit.
Dengan DiM500, para insinyur Bridgestone bisa menilai performa ban virtual—mulai dari kompon karet hingga pola tapak—tanpa harus memproduksi satu pun ban sungguhan hingga tahap akhir pengembangan. Hasilnya, diperkirakan 12.000 unit prototipe ban per tahun tidak perlu lagi dibuat dan dimusnahkan.
Kemampuan AI Membaca Data Massif untuk Desain Lebih Akurat
Salah satu keunggulan DiM500 adalah integrasi AI yang mampu menyaring informasi relevan dari lautan data pengujian. Hal ini memungkinkan Bridgestone mengambil keputusan desain lebih awal dan lebih presisi, dengan membandingkan lebih banyak spesifikasi ban dalam waktu yang lebih singkat.
Simulator ini juga menggunakan sistem kabel (cable-operated), bukan aktuator, sehingga memiliki rentang gerak lebih lebar. Artinya, pengemudi bisa merasakan akselerasi steady-state lebih lama—misalnya saat simulasi berpindah jalur—memberikan pengalaman berkendara yang lebih realistis.
Dari Lintasan Kering ke Kondisi Ekstrem Lainnya
Saat ini DiM500 difokuskan untuk evaluasi handling di permukaan kering. Namun, Bridgestone berencana memperluas penggunaannya ke berbagai kondisi jalan lain, termasuk basah dan licin, seiring penyempurnaan perangkat lunak simulasi.
Teknologi ini melengkapi Virtual Tyre Development (VTD) yang sudah lebih dulu diperkenalkan Bridgestone. VTD sendiri telah memangkas konsumsi bahan baku hingga 60 persen pada fase pengembangan ban untuk pabrikan mobil (OEM), dan 25 persen untuk ban aftermarket. Bahkan, jumlah pengujian fisik kendaraan berkurang hingga 80 persen berkat VTD.
Kolaborasi Lebih Awal dengan Pabrikan Mobil
Keuntungan lain dari sistem DiL adalah sinkronisasi pengembangan antara ban dan kendaraan. Pabrikan mobil dan Bridgestone sama-sama menggunakan simulator, sehingga proses tuning ban khusus untuk model baru bisa berjalan paralel sejak tahap awal. Hasilnya, waktu pengembangan lebih singkat dan spesifikasi ban lebih cocok dengan karakter mobil.
Sebagai perbandingan, Goodyear sudah lebih dulu mengadopsi simulator serupa, DiM250, pada 2021. DiM500 adalah versi yang lebih canggih dengan kemampuan aplikasi lebih luas, menandai langkah besar industri ban menuju pengembangan yang sepenuhnya digital dan ramah lingkungan.