MEDAN — Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Romo H. R. Muhammad Syafii, S.H., M.Hum., bersama Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution membuka secara resmi MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara. Penekanan tombol dan pembukaan replika Mushaf Al-Qur’an menjadi simbol dimulainya rangkaian perlombaan.
Hadiah Umrah untuk Peserta Berprestasi
Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution menyediakan 10 paket umrah bagi peserta berprestasi. Wakil Menteri Agama RI menambahkan 2 paket umrah untuk peserta dengan capaian terbaik.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumut mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya MTQ ke-40. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat syiar Al-Qur’an dan melahirkan qari serta qariah terbaik yang akan mewakili Sumatera Utara di ajang MTQ tingkat nasional maupun internasional.
56 Juara Pertama Disiapkan untuk MTQ Nasional 2026
Ketua Panitia H. Muhammad Yasir Tanjung, S.Pd.I., melaporkan bahwa 56 juara pertama dari 8 cabang dan 25 golongan akan dipersiapkan mewakili Provinsi Sumatera Utara pada MTQ Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
MTQ ke-40 mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Langkah Menuju Kolaborasi Sumut Berkah”. Peserta berasal dari 28 kafilah kabupaten, 7 kafilah kota, serta 3 kafilah khusus, yaitu Perguruan Tinggi, Polda Sumatera Utara, dan PTPN.
Wamenag: MTQ Bukan Sekadar Lomba Baca Al-Qur’an
Wakil Menteri Agama RI menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Ajang ini menjadi sarana memperkuat persatuan bangsa, membangun karakter umat, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Wakil Menteri Agama RI mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menghadapi tantangan zaman serta memperkuat semangat kolaborasi membangun daerah dan bangsa,” demikian pernyataan resmi yang dibacakan dalam acara tersebut.
Bupati Asahan: MTQ Pererat Ukhuwah Islamiyah
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, MTQ menjadi sarana strategis meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta membentuk generasi berakhlak mulia dan religius.
“MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat komitmen bersama dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Bupati Asahan.
Kolaborasi dan Ketakwaan Jadi Pesan Utama
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Muhibuddin, S.H., M.H., dalam tausiahnya menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam. Kolaborasi harus dibangun di atas dasar kebajikan serta ketakwaan.
Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya menambahkan bahwa MTQ merupakan sarana syiar Islam, pembinaan umat, serta penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Acara pembukaan turut dihadiri Forkopimda Provinsi Sumatera Utara, para rektor perguruan tinggi, Sultan dan tokoh adat, serta pimpinan BUMN dan BUMD.
Seluruh rangkaian pembukaan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.