SUMATERA UTARA — Tim gabungan Polsek Cilincing bersama Resmob dan Jatanras Polres Metro Jakarta Utara meringkus IPS (14) di kawasan Kalibaru tak lama setelah peristiwa berdarah itu terjadi. Korban, WS, meregang nyawa akibat luka bacok di pangkal paha kiri usai terlibat perkelahian layaknya gladiator pada Jumat, 19 Juni 2026, di Jalan Kalibaru Timur II. Kedua remaja sama-sama membawa celurit, namun WS kalah dalam duel tersebut.
Barang Bukti dan Rekaman Kunci
Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan IPS: satu bilah celurit lengkap dengan sarungnya, jaket hijau, dan celana panjang hitam. Yang paling memberatkan, petugas juga mengamankan rekaman video yang merekam detik-detik pembacokan terhadap WS. "Alhamdulillah, pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut," ujar Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, saat dikonfirmasi Jumat siang.
Media Sosial sebagai Pemicu Konflik Remaja
AKP Bobi menyoroti peran media sosial yang kerap menjadi awal mula perselisihan di kalangan anak muda. Ia menduga pertikaian antara IPS dan WS dipicu oleh interaksi di platform digital yang kemudian memuncak menjadi kekerasan fisik. "Jangan sampai perselisihan yang bermula dari media sosial berujung pada tindak kekerasan yang merenggut nyawa," tegasnya.
Kapolsek mengajak orang tua, pihak sekolah, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap tanda-tanda konflik agar tidak berujung fatal. Saat ini IPS masih berstatus anak di bawah umur, sehingga proses hukumnya akan mengikuti Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Penyidikan Berlanjut, Imbauan untuk Orang Tua
Polsek Cilincing terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk melengkapi berkas penyidikan. AKP Bobi memastikan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menindak setiap tindak kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya yang melibatkan anak-anak dan remaja. "Kami mengajak seluruh orang tua, pihak sekolah, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar untuk bersama-sama melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak," katanya.
Pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Cilincing untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih menyelidiki apakah ada pihak lain yang terlibat atau memicu duel maut tersebut. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk memonitor pergaulan dan aktivitas digital anak-anak mereka di tengah maraknya tawuran antar-pelajar di Jakarta Utara.