TAPANULI TENGAH — Pembangunan SPAM IKK Pandan dan Tukka di Desa Sipan dirancang berkapasitas 200 liter per detik. Fasilitas itu disiapkan untuk memulihkan layanan air minum bagi warga Kecamatan Tukka dan Kota Pandan yang terdampak bencana.
Progres konstruksi SPAM telah menyentuh sekitar 80 persen. Kementerian Pekerjaan Umum menempatkan proyek ini sebagai bagian dari peralihan penanganan pascabencana, dari respons darurat ke pembangunan permanen.
TPA Sibolga dan IPLT Ikut Dituntaskan
Pemulihan di Kota Sibolga berjalan lewat pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) seluas sekitar 3.019 meter persegi. TPA itu dirancang menangani sampah hingga 55 ton per hari.
Selain TPA, Kementerian PU mengoptimalkan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). Dua fasilitas itu melengkapi layanan sanitasi warga yang sempat terganggu setelah bencana.
Warga Hunian Tetap Parombunan Kembali Akses Air Bersih
Penghuni hunian tetap Parombunan, Kota Sibolga, kini bisa kembali mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Akses itu pulih seiring berjalannya pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.
Seluruh rangkaian pekerjaan merupakan bagian dari penanganan pascabencana yang terjadi pada 25 November 2025. Kementerian Pekerjaan Umum belum menyebut tenggat akhir penyelesaian seluruh proyek.
Air Minum dan Sanitasi Jadi Prioritas Pemulihan
Pemulihan layanan air minum dan sanitasi menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar warga terdampak. SPAM Tukka dan Pandan menyasar dua wilayah sekaligus, Kecamatan Tukka dan Kota Pandan.
Kapasitas 200 liter per detik yang disiapkan di SPAM diharapkan menutup kebutuhan air bersih harian warga di kedua kawasan. Di Sibolga, TPA berkapasitas 55 ton per hari menjadi sandaran pengelolaan sampah setelah bencana.
Kementerian Pekerjaan Umum melanjutkan percepatan pembangunan di lapangan. Progres SPAM yang sudah 80 persen menempatkan fasilitas itu pada tahap penyelesaian menuju operasional.