BMKG Catat 216 Bencana Hidrometeorologi di Sumut Sepanjang 2025
MEDAN — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mencatat lonjakan signifikan kejadian bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara sepanjang tahun 2025. Total peristiwa yang terjadi mencapai 216 kejadian, meningkat drastis dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 93 kejadian.
Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi BMKG Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut dipicu oleh sejumlah kejadian cuaca ekstrem yang terjadi hampir sepanjang tahun.
Salah satu peristiwa menonjol adalah angin kencang ekstrem yang terjadi pada 1 Juli 2025. Berdasarkan pengamatan di Stasiun Meteorologi Kualanamu, kecepatan angin saat itu mencapai 40 knot, yang masuk dalam kategori ekstrem dan menyebabkan pohon tumbang serta kerusakan bangunan di Kota Medan dan wilayah sekitarnya.
“Kecepatan angin mencapai 40 knot sudah tergolong ekstrem dan berdampak langsung terhadap kerusakan bangunan serta tumbangnya pohon di beberapa lokasi,” kata Martha.
Selain angin kencang, BMKG juga mencatat curah hujan ekstrem di Kabupaten Langkat pada 26 November 2025 dengan intensitas mencapai 390 milimeter. Hujan lebat tersebut dipengaruhi oleh kemunculan Siklon Tropis Senyar, yang tercatat sebagai siklon tropis pertama yang terbentuk di wilayah Selat Malaka.
Menurut Martha, keberadaan siklon tersebut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan curah hujan dan memicu banjir di sejumlah daerah di Sumatera Utara.
“Pengaruh Siklon Tropis Senyar sangat signifikan dalam meningkatkan curah hujan dan menyebabkan banjir di beberapa wilayah,” ujarnya.
BMKG juga mencatat kejadian suhu udara ekstrem sepanjang 2025. Suhu maksimum tercatat mencapai 38,2 derajat Celsius pada 1 Juni 2025. Kondisi panas berkepanjangan tersebut memicu peningkatan titik panas serta kejadian kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah Padang Lawas dan sekitarnya.
Sepanjang tahun 2025, bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara didominasi oleh banjir serta kebakaran hutan dan lahan. Wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak tercatat berada di Kabupaten Deli Serdang.