MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melaporkan tren positif pada dua indikator sosial utama, yakni Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Berdasarkan data terbaru, angka kerukunan di wilayah ini meningkat dari 80,88 pada 2024 menjadi 81,2 pada 2025. Sementara itu, indeks demokrasi juga merangkak naik dari posisi 80,19 menjadi 81,5 pada periode yang sama.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut, Mulyono, menjelaskan bahwa stabilitas sosial yang tecermin dari angka-angka tersebut berpengaruh langsung pada sektor ekonomi. Kondisi daerah yang rukun dan demokratis menciptakan rasa aman bagi para pemodal untuk menanamkan modalnya di Sumatera Utara.
"Peningkatan ini menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan dan masuknya investasi ke daerah," ucap Mulyono dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (7/5).
Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa program pembangunan dapat berjalan lebih efektif saat kondisi sosial masyarakat berada dalam tren yang stabil. Pengukuran indeks tersebut menjadi parameter penting bagi pemerintah untuk menentukan arah kebijakan strategis di masa mendatang.
Guna mempertahankan tren positif ini, Kesbangpol Sumut menggulirkan berbagai program yang menyasar langsung kelompok masyarakat dan organisasi massa. Fokus utamanya adalah edukasi mengenai solidaritas ketahanan sosial serta pembekalan wawasan kebangsaan secara rutin.
Langkah konkret yang dilakukan meliputi:
Selain aspek demokrasi, Pemprov Sumut memberikan perhatian khusus pada pemberantasan narkoba sebagai bagian dari upaya deteksi dini gangguan sosial. Saat ini, Sumatera Utara menempati peringkat kedua nasional dalam intensitas kampanye anti narkoba melalui berbagai kanal media.
Mulyono menambahkan bahwa pihaknya telah membentuk konselor adiksi untuk mendampingi warga yang terpapar penyalahgunaan narkoba. Para konselor ini bertugas memberikan bimbingan rehabilitasi sekaligus mengedukasi masyarakat umum mengenai cara deteksi dini di lingkungan keluarga.
“Artinya konselor ini orang-orang yang memberikan bimbingan pada orang yang terpapar narkoba, rencana rehabilitasi, dan mereka juga memberikan bimbingan pada masyarakat untuk deteksi dini,” ujar Mulyono.