Pemprov Sumut Catat Kenaikan Indeks Demokrasi dan Kerukunan 2025

Penulis: Fajar  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 11:51:01 WIB
Pemprov Sumut catat peningkatan Indeks Kerukunan Umat Beragama dari 80,88 menjadi 81,2 pada 2025.

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melaporkan tren positif pada dua indikator sosial utama, yakni Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Berdasarkan data terbaru, angka kerukunan di wilayah ini meningkat dari 80,88 pada 2024 menjadi 81,2 pada 2025. Sementara itu, indeks demokrasi juga merangkak naik dari posisi 80,19 menjadi 81,5 pada periode yang sama.

Dampak Signifikan Terhadap Iklim Investasi Daerah

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut, Mulyono, menjelaskan bahwa stabilitas sosial yang tecermin dari angka-angka tersebut berpengaruh langsung pada sektor ekonomi. Kondisi daerah yang rukun dan demokratis menciptakan rasa aman bagi para pemodal untuk menanamkan modalnya di Sumatera Utara.

"Peningkatan ini menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan dan masuknya investasi ke daerah," ucap Mulyono dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (7/5).

Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa program pembangunan dapat berjalan lebih efektif saat kondisi sosial masyarakat berada dalam tren yang stabil. Pengukuran indeks tersebut menjadi parameter penting bagi pemerintah untuk menentukan arah kebijakan strategis di masa mendatang.

Strategi Penguatan Solidaritas dan Wawasan Kebangsaan

Guna mempertahankan tren positif ini, Kesbangpol Sumut menggulirkan berbagai program yang menyasar langsung kelompok masyarakat dan organisasi massa. Fokus utamanya adalah edukasi mengenai solidaritas ketahanan sosial serta pembekalan wawasan kebangsaan secara rutin.

Langkah konkret yang dilakukan meliputi:

  • Penyelenggaraan dialog lintas unsur yang melibatkan tokoh agama dan pemimpin adat melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
  • Sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme di tingkat akar rumput.
  • Penanaman nilai-nilai wawasan kebangsaan bagi pelajar di berbagai sekolah.

Fokus Pemberantasan Narkoba dan Capaian Nasional

Selain aspek demokrasi, Pemprov Sumut memberikan perhatian khusus pada pemberantasan narkoba sebagai bagian dari upaya deteksi dini gangguan sosial. Saat ini, Sumatera Utara menempati peringkat kedua nasional dalam intensitas kampanye anti narkoba melalui berbagai kanal media.

Mulyono menambahkan bahwa pihaknya telah membentuk konselor adiksi untuk mendampingi warga yang terpapar penyalahgunaan narkoba. Para konselor ini bertugas memberikan bimbingan rehabilitasi sekaligus mengedukasi masyarakat umum mengenai cara deteksi dini di lingkungan keluarga.

“Artinya konselor ini orang-orang yang memberikan bimbingan pada orang yang terpapar narkoba, rencana rehabilitasi, dan mereka juga memberikan bimbingan pada masyarakat untuk deteksi dini,” ujar Mulyono.

Reporter: Fajar
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top