Pencarian

Karo SDM Polda NTT Motivasi 624 Casis Bintara yang Gugur Psikologi

Senin, 04 Mei 2026 • 13:36:05 WIB
Karo SDM Polda NTT Motivasi 624 Casis Bintara yang Gugur Psikologi
Karo SDM Polda NTT memberikan motivasi kepada 624 casis Bintara yang tidak lulus tes psikologi.

KUPANG — Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Juli Agung Prabowo memberikan penguatan mental langsung kepada para calon siswa (casis) Bintara Polri yang dinyatakan tidak lulus pada tahapan tes psikologi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian institusi terhadap kondisi psikologis peserta yang gagal dalam persaingan ketat penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2026.

Ujian psikologi yang berlangsung selama sepekan, sejak 27 April hingga 2 Mei 2026, diikuti oleh total 1.904 peserta dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur. Pelaksanaan tes dipusatkan di sejumlah sekolah dan universitas di Kota Kupang dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) guna menjamin transparansi dan akuntabilitas hasil.

Momen Haru Karo SDM Polda NTT Motivasi Apranus Belong

Suasana haru menyelimuti lokasi ujian saat Kombes Pol Juli Agung Prabowo menghampiri Apranus Belong, seorang casis asal Kabupaten Manggarai yang harus menerima kenyataan gugur. Di hadapan pemuda tersebut, Karo SDM memberikan suntikan semangat agar tidak terpuruk dalam kekecewaan yang mendalam.

Pendekatan humanis ini sengaja dilakukan untuk menunjukkan bahwa proses seleksi Polri bukan sekadar ajang kompetisi fisik dan intelektual, melainkan juga pembinaan karakter. Kehadiran pejabat utama Polda NTT di tengah peserta yang gugur menegaskan komitmen Polri dalam memperlakukan setiap calon generasi muda dengan rasa hormat.

"Jangan pernah menyerah. Kegagalan hari ini adalah pelajaran untuk menjadi lebih baik ke depan. Masih ada kesempatan lain jika terus berusaha dan mempersiapkan diri," kata Kombes Pol Juli Agung Prabowo kepada peserta, Kamis (2/5/2026).

Rincian 624 Peserta yang Gugur dalam Sistem CAT

Berdasarkan data hasil akhir tes psikologi, sebanyak 624 peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Angka tersebut terdiri dari 533 peserta pria dan 91 peserta wanita. Kegagalan para peserta umumnya disebabkan oleh hasil penilaian sistem CAT yang tidak mencapai ambang batas yang telah ditentukan oleh Mabes Polri.

Di sisi lain, sebanyak 1.279 peserta berhasil melewati ambang batas nilai psikologi. Kelompok ini terdiri dari peserta pria dan wanita yang kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya, yakni ujian akademik. Persaingan diprediksi akan semakin ketat mengingat kuota yang tersedia terbatas dibandingkan jumlah peserta yang masih bertahan.

Panitia daerah (Panda) Polda NTT memastikan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan secara otomatis oleh sistem. Hal ini menutup ruang bagi adanya intervensi pihak luar, sehingga peserta yang lolos benar-benar memiliki kualifikasi psikologis yang sesuai dengan standar kepolisian.

Layanan Konseling Psikologi untuk Penguatan Mental Casis

Polda NTT tidak hanya melepas begitu saja para peserta yang gugur. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, panitia menyediakan ruang konseling khusus bagi casis yang membutuhkan pendampingan psikologis pasca-pengumuman. Layanan ini bertujuan untuk mencegah trauma atau tekanan mental berlebih akibat kegagalan seleksi.

Program konseling ini ditangani oleh tim psikologi dari Biro SDM Polda NTT. Para peserta diberikan pemahaman mengenai kekurangan mereka dalam tes tersebut serta saran-saran perbaikan untuk mengikuti seleksi pada tahun berikutnya. Langkah ini mendapat apresiasi dari para orang tua wali yang mendampingi anak-anak mereka di lokasi ujian.

Melalui pendekatan yang lebih personal, Polda NTT berharap para pemuda yang belum berhasil tahun ini tetap memiliki pandangan positif terhadap institusi Polri. Persiapan yang lebih matang, baik dari aspek kesehatan, fisik, maupun kesiapan mental, menjadi kunci utama bagi mereka yang ingin mencoba kembali di masa mendatang.

Bagikan
Sumber: tribratanewsntt.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks