MEDAN — Isu yang menyebut pengolahan bahan kimia di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Delitua tidak sesuai prosedur langsung dibantah keras oleh pihak Perumda Tirtanadi. Kepala IPA Delitua, Azanil Putra, memastikan semua peralatan, termasuk tube settler pada setiap clarifier, berfungsi normal.
Klaim Proses Pengolahan Air Sesuai Standar Kemenkes
“Tube settler setiap clarifier memiliki 16 sel kesemuanya berjalan normal,” ujar Azanil. Ia menjelaskan clarifier berfungsi menangkap flok-flok atau partikel lumpur yang melayang dalam air. Azanil menegaskan isu yang beredar tidak benar dan seluruh komponen masih beroperasi sesuai standar.
“Jadi gak benar itu bang yang diisukan tidak standar kesemuanya masih berjalan secara normal dan sesuai standar,” tegas Azanil Putra.
Perawatan Ekstra Dilakukan Secara Kontinyu
Azanil mengakui tube settler memang memerlukan perawatan ekstra, namun kondisi saat ini masih layak pakai. Pihaknya telah melakukan perbaikan secara kontinyu untuk memastikan kegiatan pengolahan air tetap berjalan normal. Bahan kimia yang digunakan pun diklaim telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2003.
“Air ini kan dipergunakan untuk hajat hidup orang banyak mana mungkin kami dalam pengelolaannya tidak sesuai standar,” tegas Azanil.
Kapasitas Produksi 1.400 Liter/Detik Layani Lima Cabang
IPA Delitua memiliki kapasitas terpasang produksi sebesar 1.400 liter per detik. Air olahan dari instalasi ini mendistribusikan pasokan ke lima cabang layanan, yakni Cabang Delitua, Cabang Medan Kota, Cabang HM Yamin, Cabang Medan Denai, dan Cabang Tuasan.
IPA Sibolangit Juga Pastikan Kualitas Air Terjaga
Sementara itu, Kepala IPA Sibolangit Subhandi memastikan instalasi yang dipimpinnya juga beroperasi sesuai standar. Ia menyebut springkel pada pemancar Lau Kaban sudah terpasang dengan baik untuk menangkap oksigen XN guna menaikkan pH air.
“Springkel itu sudah terpasang dengan baik untuk menangkap oksigen XN sehingga pHnya naik,” ujar Subhandi saat ditemui di ruang kerjanya.
Subhandi menambahkan, pipa untuk mengalirkan bahan kimia soda ash dan kaporit akan ditutup dan dibersihkan setiap tiga bulan sekali. Kualitas air di IPA Sibolangit diperiksa menggunakan turbidity meter setiap satu jam sekali untuk memastikan sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2003.
“Kualitas air di IPA Sibolangit diperiksa menggunakan turbidity meter setiap 1 jam sekali sehingga sesuai Permenkes No 2 tahun 2003,” kata Subhandi. Ia memastikan masyarakat tidak perlu ragu menggunakan air dari IPA Sibolangit karena proses pengolahannya sudah sesuai standar.