Pencarian

Andrew Yang Luncurkan Noble Mobile, Operator Seluler yang Bagi Untung ke Pelanggan

Minggu, 14 Juni 2026 • 03:38:31 WIB
Andrew Yang Luncurkan Noble Mobile, Operator Seluler yang Bagi Untung ke Pelanggan
Andrew Yang meluncurkan Noble Mobile, operator seluler yang membagikan keuntungan kepada pelanggan.

SUMATERA UTARA — Noble Mobile bukan operator biasa. Ia beroperasi sebagai MVNO (Mobile Virtual Network Operator) — artinya menyewa infrastruktur jaringan dari operator besar dan menjualnya kembali dengan margin tipis. Yang mengklaim perusahaannya sudah “unit profitable per pelanggan”, tetapi keuntungan itu dibagikan ke pelanggan dalam bentuk cashback jika pemakaian data rendah.

“Kami berbagi laba dengan pelanggan dengan harapan Anda senang, bertahan, dan mungkin merekomendasikan ke teman serta keluarga,” ujar Yang dalam wawancara dengan TechCrunch.

Rata-rata penghematan bulanan $50 (sekitar Rp 825 ribu) jika diinvestasikan selama 40 tahun bisa menghasilkan $24.000 (sekitar Rp 396 juta) — cukup untuk uang muka pensiun, kata Yang.

Daftar Kebutuhan yang Dinilai Terlalu Mahal

Yang membuat daftar sektor yang dinilai membebani kantong warga AS: perumahan, pendidikan, makanan, bahan bakar, transportasi, media, dan nirkabel. Dari situ ia memilih industri nirkabel sebagai titik masuk pertama lewat Noble Mobile.

Ia mencontohkan startup lain yang bergerak di arah serupa: Cost Plus Drugs (obat), Light Phone (ponsel “dumb phone” minimalis), dan Misfits Market (grosir makanan online). Menurut Yang, semua ini adalah awal dari kategori bisnis baru yang proposisi nilainya terletak pada margin yang dikembalikan ke konsumen, bukan yang diekstrak.

Teori di Balik Startup “Mengembalikan Uang”

Yang pertama kali dikenal publik saat kampanye presiden 2020 dengan gagasan Universal Basic Income (UBI) untuk mengatasi perpindahan tenaga kerja akibat AI. Kampanye itu gagal, tetapi tesisnya makin relevan. Kini, dengan AI yang diprediksi menekan upah dan menggusur pekerja, Yang melihat peluang bisnis justru ada di menekan biaya hidup.

“AI akan menyedot banyak nilai dan lapangan pekerjaan, lalu warga Amerika akan bertanya, ‘Bagaimana saya memenuhi kebutuhan dasar?’” ujar Yang. Menurutnya, memenuhi kebutuhan dengan “lebih murah” adalah “sumber peluang yang sangat kaya.”

Ia masih mendukung UBI, tetapi ragu pemerintah akan menjadi kendaraan redistribusi yang efektif. “Ada ruang untuk hubungan langsung antara uang dan rakyat,” katanya. Di situlah pasar masuk — ketika kebijakan gagal, insentif pasar bisa mengambil alih.

Tantangan Pendanaan: Investor Minta Dijadikan AI Company

Meski Noble Mobile sudah mengantongi “ribuan pelanggan” dan “pendapatan jutaan dolar,” menarik investor tidak mudah. Arus modal saat ini deras ke AI, sementara startup konsumen dengan margin tipis dan misi sosial sulit dijual.

“Setidaknya satu investor bilang ke saya soal Noble Mobile, ‘Cinta Anda, Andrew, ingin kerja sama — kalau saja ini bisa dijadikan perusahaan AI, kami akan investasi,’” ungkap Yang.

Ia optimistis angin akan berubah. “Nilai yang terkonsentrasi di segelintir orang dan perusahaan itu buruk bagi semua orang,” katanya. Ia mendorong pendiri startup untuk “berpikir lebih besar dan lebih luas” dan tidak terjebak groupthink. “Ada peluang berharga di luar sana,” tutupnya.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks